Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Geledah Kemenag Gresik, 7 Penyidik KPK Bawa 2 Koper Berkas

21 Maret 2019, 07: 30: 05 WIB | editor : Wijayanto

DIBAWA: Penyidik KPK saat keluar dari Kantor Kemenag dengan membawa 2 koper berkas yang disita dari ruangan Kepala Kemenag, Muwafaq Wirahadi.

DIBAWA: Penyidik KPK saat keluar dari Kantor Kemenag dengan membawa 2 koper berkas yang disita dari ruangan Kepala Kemenag, Muwafaq Wirahadi. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

GRESIK - Sebanyak tujuh orang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, Rabu (20/3).

Mereka datang untuk menggeledah dan menyita dokumen serta berkas dari ruang Kepala Kemenag Gresik, Muwafaq Wirahadi, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal ini terkait dengan kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Kemenag Jatim yang menyeret Ketum PPP Romahurmuziy (Romy) dan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin.

BARANG BUKTI: Dua koper berisi berkas yang disita dari kantor Kemenag Gresik.

BARANG BUKTI: Dua koper berisi berkas yang disita dari kantor Kemenag Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Kedatangan tim KPK itu dikawal anggota Sabhara Polres Gresik bersenjatakan lengkap sekitar pukul 10.00. Mereka datang dengan mengendarai dua mobil Toyota Kijang nopol L 1822 GE dan N 7331 H. 

Di dalam Kantor Kemenag, tim KPK itu berbagi tugas. Empat petugas KPK menuju ke ruang Kepala Kemenag Gresik untuk membuka segel. Sementara satu petugas KPK lainnya menuju ruang Kasubag Tata Usaha, Munir. Dua lagi terlihat menurunkan dua koper dari mobil.

Dengan didampingi Munir, petugas KPK membuka ruangan Muwafaq Wirahadi untuk melakukan penggeledahan. Setelah 2,5 jam di dalam ruangan Muwafaq, satu per satu petugas KPK keluar dari ruangan. Mereka membawa satu bendel dokumen yang dibawa dengan menggunakan koper.

Sementara satu koper lagi berisi printer dan laptop milik KPK. Selama proses penggeledahan, petugas KPK tidak memberikan keterangan apapun. Setelah cukup, mereka meninggalkan Kantor Kemenag meluncur ke Surabaya.

Kasubag Tata Usaha Kemenag Gresik, Munir kepada wartawan mengungkapkan, dia memang diminta menyaksikan penggeledahan di ruang pimpinannya. Saat itu dia melihat ada sejumlah dokumen berupa Surat Keputusan (SK) dan beberapa dokumen kepegawaian yang dibawa KPK.

“Dokumen yang dibawa tidak banyak. Hanya satu bendel saja. Mungkin sekitar 10 sampai 15 dokumen,” kata Munir.

Dikatakan, dokumen tersebut diambil KPK dari dalam laci dan meja kecil yang berada di sebelah kanan meja kerja Muwafaq. “Setelah proses penggeledahan selesai, saya diminta untuk menandatangani berita acara penggeledahan,” jelasnya. 

Di tempat terpisah, Kasubsie Perencanaan Kantor Kemenag Gresik, Iqbal menuturkan bahwa Muwafaq merupakan orang yang dikenal memiliki beking kuat di Kanwil Kemenag Jatim.

Ini dibuktikan beredarnya wacana pelantikan Muwafaq mejadi kepala kantor Kemenag Gresik setahun sebelumnya. Beking itu tidak lain adalah Haris Hasanudin, kepala Kanwil Kemenag Jatim yang juga mantan kepala Kemenag Gresik.

“Setahun lalu sudah santer pak Muwafaq yang akan dilantik menjadi kepala (Kantor Kemenag Gresik). Orangnya memang supel, pergaulannya luas sehingga tidak heran bisa kenal dengan mas Romi,” kata dia.

Dia menuturkan, dalam satu bulan Muwafaq mendapatkan gaji sekitar Rp 13 jutaan. Angka itu berasal dari gaji pokok sekitar Rp 4 juta, tunjangan kinerja sekitar Rp 7 juta dan tunjangan jabatan sekitar Rp 1,5 juta. 

“Malam sebelum ditangkap, pak Muwafaq mengajak saya makan ayam goreng. Saat itu beliau tidak cerita apa-apa hanya menyampaikan jika besok (Jumat) pagi ada pertemuan di Surabaya sehingga kegiatan Monev bersama guru-guru diwakilkan kepada saya,” tandasnya. (fir/yud/ris)

(sb/fir/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia