Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Terbukti Jual Bayinya, Pasangan Kekasih Ini Divonis 3 Tahun Penjara

20 Maret 2019, 18: 18: 27 WIB | editor : Wijayanto

PASANGAN TIDAK SAH: Florentina Sukmawati memakai masker dan dibelakangnya pacarnya, Bob Nehemia Pangihutan.

PASANGAN TIDAK SAH: Florentina Sukmawati memakai masker dan dibelakangnya pacarnya, Bob Nehemia Pangihutan. (RAHMAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sepasang kekasih, Bob Nehemia Pangihutan Sibuea dan Florentina Sukmawati divonis tiga tahun penjara. Majelis hakim yang diketuai Sifa'urosidin menyatakan mereka terbukti bersalah memperdagangkan anak kandungnya secara ilegal.

Keduanya dianggap terbukti melanggar Pasal 83 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Selain divonis pidana penjara, keduanya juga diharuskan membayar denda Rp 60 juta. Bila tidak sanggup maka harus diganti dengan pidana satu bulan kurungan penjara.

Vonis ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Samsu J. Efendi. Menanggapi vonis tersebut, terdakwa maupun jaksa sama-sama mengajukan banding. "Dari keluarga mengajukan banding karena vonisnya terlalu berat. Terdakwa sebenarnya hanya menitipkan dan akan diambil lagi, tidak dijual," kata pengacara terdakwa, Gusti Prasetyo Utomo seusai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Bob dan Florentina menjual bayi karena sudah memiliki anak sebelum menikah resmi. Keduanya mengaku tidak sanggup merawat bayi yang baru dilahirkan karena belum bekerja dan tidak memiliki penghasilan tetap. Pasangan yang berasal dari Tangerang ini rencananya hanya menitipkan bayi tersebut ke Mafazza Nurwahyu. Bayi itu akan mereka ambil kembali setelah bekerja dan mendapatkan penghasilan tetap.

Hakim menyatakan bahwa vonis terhadap keduanya sama dengan yang diterima Mafazza yang berperan sebagai pembeli bayi. Mafazza mengaku terpaksa membeli bayi secara tidak resmi karena kesulitan mengadopsi bayi secara legal.

Dia sebelumnya sempat mendatangi sejumlah panti asuhan untuk mengadopsi bayi. Mafazza berkeinginan membeli bayi karena sudah lama tidak diketahui keturunannya. Ketika itu dia mengenal Alton dan Yuvi Berliana Sari melalui akun Instagram Konsultasi Hati. Yuvi merupakan admin akun tersebut. Mafazza membayar Rp 3,5 juta. 

Mafazza bisa bertemu dengan Bob dan Florentina setelah dihubungkan Althon Pinandhita yang merupakan otak dari sindikat perdagangan bayi. Alton membuat grup WhatsApp (WA) Konsultasi Hati untuk mempertemukan calon pembeli dan penjual bayi.

Puluhan anggota yang tergabung dalam grup tersebut dihimpun dari akun Instagram @konsultasihatiprivate. Terdakwa Yuvi Berliana Sari dan pembeli bayi Mafazza Nurwahyu juga tergabung dalam grup tersebut. Dalam sidang terpisah, Alton juga divonis tiga tahun penjara. (rmt/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia