Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kepergok Korban, Pencuri Laptop Babak Belur Dihajar Massa

20 Maret 2019, 16: 13: 47 WIB | editor : Wijayanto

TERSANGKA: Irfan ditahan di Polsek Tegalsari.

TERSANGKA: Irfan ditahan di Polsek Tegalsari. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SUEABAYA - Sejumlah luka lebam tampak di sekujur tubuh Irfan Sutikno,42. Pria yang tinggal di Jalan Tempel Sukorejo I nomor 110 Surabaya ini babak belur usai dihajar massa. Sopir freelance tersebut kepergok telah mencuri laptop dan handphone (Hp) milik Maulana Akbar, 24, warga Jalan Kupang Panjaan 3A/3 Surabaya. 

Kasus pencurian itu terjadi pada Senin pagi (18/3). Korban saat itu sedang mengerjakan tugas kampus di meja ruang tamu. Tak berapa lama kemudian, korban yang merupakan mahasiswa di salah satu universitas di Surabaya ini pergi ke kamar mandi. Dia meninggalkan Hp dan laptopnya di ruang tamu.

Usai dari kamar mandi, Maulana lantas pergi ke dapur untuk mengambil minum. Namun saat keluar dia mendapati laptop dan Hpnya sudah raib. Kaget, ia lantas berlari keluar rumah. Kemudian dia melihat seorang pria yang berlari membawa laptopnya.

"Korban pun sontak berteriak maling," ungkap Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Zainul Abidin, Rabu (20/3).

Abidin mengatakan, usai korban berteriak tersangka pun semakin panik. Sebab di belakangnya tak hanya korban yang mengejar, tapi warga yang mendengar teriakan korban juga ikut beramai-ramai ingin menangkap Irfan. Lantaran terkepung, Irfan pun ditangkap dan dihajar massa.

"Aksi massa berhenti setelah anggota mendatangi TKP. Sebab kebetulan ada anggota yang sedang menservis motornya tak jauh dari lokasi," terangnya.

Setelah diamankan, polisi mengorek keterangan dari Irfan. Dia mengaku jika pencurian itu tak direncanakan, hanya spontan. Saat itu, Irfan melintas di depan rumah korban. Lalu dia melihat laptop dan Hp berada di ruang tamu rumah korban. Karena sepi, niat mencuri pun timbul.

"Tersangka lantas masuk dan mengambil dua barang tersebut," terang Abidin.

Sementara itu kepada polisi, Irfan mengaku baru sekali mencuri. Selain karena ada kesempatan, Irfan juga mengaku butuh uang untuk kebutuhan. Sebab penghasilan sebagai sopir panggilan tak tentu. Jika berhasil, rencananya laptop dan Hp itu akan dijual.

"Uangnya akan saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap bapak dua anak ini. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia