Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Gresik

Pasang APK di Tengah Jalan Langgar Aturan, Rusak Estetika Taman

20 Maret 2019, 14: 43: 59 WIB | editor : Wijayanto

LANGGAR ATURAN: Ratusan poster milik Paslon 01 yang dipasang timses di sepanjang median 1Jalan Veteran.

LANGGAR ATURAN: Ratusan poster milik Paslon 01 yang dipasang timses di sepanjang median 1Jalan Veteran. (FAHTIA AINUR ROFQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Sepekan terakhir puluhan alat peraga kampanye (APK) dipasang di tengah marka jalan di beberapa titik jalan protokol. Pemasangan APK tersebut dinilai melanggar peraturan daerah (Perda) serta merusak keindangan atau estetika taman kota.

Dari pengamatan di lapangan, pemasangan APK terlihat mencolok di sepanjang Jalan Veteran, terutama depan Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos). Sebagianbesar APK tersebut diikat dengan kawat besi di  batang pohon penghijauan yang ada di tengah jalan. APK tersebut di antaranya bergambar paslon Capres 01 dan bendera Golkar.

Beberapa pengendara sempat terkejut ketika beberapa APK menjuntai ke badan jalan. Apalagi bambu untuk penahan APK ikut roboh dan miring ke badan jalan. "Katanya pasang reklame di tengah jalan tidak boleh, ini kok diperbolehkan," ujar Moch Zainudin, pengendara asal Sukorame, Kecamatan Gresik.

Terkait hal ini, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik berjanji akan menertibkan ratusan poster milik pasangan calon (paslon) 01 yang dipasang di median tengah jalan. Sebab, pemasangan poster tersebut dipastingan melanggar aturan yang ada. Sebelum ditertibkan, Bawaslu rencananya bakal meminta tim dari paslon untuk melakukan penertiban sendiri.

Pantauan di lapangan, poster-poster bergambar pasangan calon (paslon) nomor urut 01Joko Widodo – KH Makhruf Amin dipasang di sepanjang median tengah Jalan Veteran. Pemasangan poster terlihat sangat rapat sehingga memenuhi seluruh pohon yang ada di median tengah jalan.

Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Gresik Syafiq Jamhari mengatakan, pihaknya akan memasukan keberadaan poster tersebut ke dalam laporan mingguan. Kemudian, pihaknya akan melakukan rapat untuk mengkaji jenis pelanggarannya. “Kami memang tidak bisa langsung melakukan penertiban. Ada mekanisme yang harus dilakukan sebelum penertiban dilakukan,” ujarnya.

Setelah dilakukan pembahasan, biasanya Bawaslu akan berkirim surat kepada tim dari paslon tersebut. Mereka diminta untuk melakukan penertiban sendiri poster-poster yang dianggap melanggar aturan.  “Kalau dalam batas waktu yang ditetapkan tidak ada respon, maka Bawaslu yang akan melakukan penertiban,” terang dia.

Sementara itu, Sekertaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Paslon 01 Kabupaten Gresik Hasanudin Farid mengatakan, pemasangan poster di tengah median jalan tersebut merupakan inisiatif dari para relawan. Tidak ada intruksi dari TKD untuk memasang poster tersebut. “Itu sebenarnya hanya untuk menyambut kedatangan Cawapres KH Makhruf Amin kemarin. Dan murni inisiatif dari relawan,” ujarnya.

Dikatakan, seharusnya setelah acara selesai poster sudah dilakukan penertiban oleh para relawan. Pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan para relawan terkait keberadaan poster tersebut. “Kami juga belum tahu relawan yang mana yang memasang poster tersebut. Karena relawan kami sangat banyak. Nanti coba kami koordinasikan dan kami minta untuk segera melakukan penertiban sendiri,” imbuhnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia