Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Gandeng Milenial Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

20 Maret 2019, 07: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

SELEKSI: Sejumlah peserta dari perwakilan kabupaten/kota mengikuti pemilihan Duta Gemar Ikan di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan, Selasa (19/3).

SELEKSI: Sejumlah peserta dari perwakilan kabupaten/kota mengikuti pemilihan Duta Gemar Ikan di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan, Selasa (19/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kaum milenial dinilai memiliki peranan kuat dan potensi besar untuk menyebarkan informasi. Hal inilah yang mendasari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur (Jatim) menggandeng anak-anak muda untuk turut menggaungkan gerakan gemar makan ikan. Salah satunya dengan menyelenggarakan Pemilihan Duta Gemar Ikan Provinsi Jatim 2019.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim Evy Afianasari mengatakan, acara ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi makan ikan. "Saat ini zamannya kaum milenial yang banyak bersuara. Jadi kenapa tidak kami memanfaatkan potensi dan kekuatan anak-anak muda di Jatim," terangnya di sela-sela Pemilihan Duta Gemar Ikan Provinsi Jatim 2019 di Surabaya, Selasa (19/3). 

Peserta Pemilihan Duta Gemar Ikan Provinsi Jatim 2019 merupakan muda-mudi perwakilan 38 kota/kabupaten yang ada di Jatim. Mereka yang terpilih akan bertugas mempromosikan gerakan gemar makan ikan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim. 

Evy menuturkan, sebenarnya anak-anak muda zaman sekarang sudah melihat ikan sebagai komoditas yang nilai ekonomisnya tinggi. Bahkan mereka sudah menyamakan prestige-nya hampir sama dengan stik daging. "Mereka sudah mengenal dori, padahal di Jatim namanya ikan patin. Memang lebih efektif kita mengenalkan ikan itu dari anak-anak milenal ini," paparnya. 

Selain itu, Evy mencatatkan dampak positif dari gerakan yang melibatkan anak-anak mulai dari jenjang sekolah dasar (SD) sampai mahasiswa, dalam satu tahun ini konsumsi makan ikan meningkat hingga 3 kilogram. "Belum pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Jadi memang harus ada strategi-strategi khusus dalam mempromosikan. Karena sekarang ini zamannya zaman milenial jadi kita mengajak milenial. Zamannya konsumen pintar, jadi kita gunakan publikasi-publikasi yang pintar," imbuhnya. 

Pihaknya juga akan menggunakan media sosial sebagai media promosi-promosi konsumsi makan ikan. Evy menambahkan, selain milenial, pihaknya juga membidik ibu-ibu rumah tangga. "Kami telah bekerja sama dengan ibu-ibu PKK. Karena yang menentukan menu di meja makan kan ibu, jadi kita terus-terusan mengajak dua golongan untuk terus gemar mengkonsumsi ikan," imbuhnya. (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia