Senin, 14 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pengedar Ini Jual Pil Koplo ke Pelajar SMP dan SMA Dilabeli Vitamin B

19 Maret 2019, 23: 35: 31 WIB | editor : Wijayanto

TRIO: Kapolsek Tegalsari Kompol David Trio Prasojo (kiri) menunjukkan BB pil koplo yang diedarkan ketiga tersangka.

TRIO: Kapolsek Tegalsari Kompol David Trio Prasojo (kiri) menunjukkan BB pil koplo yang diedarkan ketiga tersangka. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Di usia yang masih muda, ketiga remaja ini sudah harus berurusan dengan polisi. Ketiganya ditangkap setelah terlibat dalam peredaran ribuan butir pil dobel L (pil koplo) di Surabaya. Parahnya, berdasarkan keterangan ketiganya, pil tersebut biasa diedarkan di kalangan pelajar SMP dan SMA.

Ketiga pemuda tersebut ialah Niko Sicillia Kartono, 25, warga Jalan Simo Kwagean Kuburan Surabaya, M Andre,19, warga Jalan Krukah Timur Gang VII dan M Husen,19, warga Jalan Simo Gunung Kramat Timur Gang IB Surabaya.

Dalam peredaran pil koplo itu, ketiganya berbagi peran, Niko sebagai pengedar sedangkan dua tersangka lainya adalah kurir. "Kami tangkap ketiga tersangka pada Jumat (15/3). Mereka diringkus di dua lokasi berbeda," ungkap Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo, Selasa (19/3).

David mengatakan pertama kali pihaknya menggerebek dua tersangka yakni Niko dan Andre. Keduanya saat itu sedang melakukan transaksi pil koplo di rumah Niko.

Dari hasil penggerebekan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya satu botol plastik yang berisi berisi 14 plastik pil koplo. Setiap plastiknya terdiri dari 200 butir pil koplo siap edar.

Selain itu ada dua plastik besar berisi sekitar seribu butir pil koplo. "Kami juga amankan barang bukti uang transaksi antara Niko dan Andre yakni Rp 1,1 juta," imbuhnya.

Perwira menengah dengan satu melati di pundaknya ini mengatakan meski sudah menangkap keduanya, namun proses pengembangan berlanjut. Polisi mengkonfrontir keterangan dari Niko untuk mengetahui darimana ia memperoleh pasokan ribuan pil koplo itu. 

"Menurut Niko, pil dobel L ini dibeli dari seorang bandar atas nama Sulis (kini buron,Red) melalui tersangka Husen. Setelah kami kembangkan, Husen kami ringkus," tegasnya.

Dari tangan Husen, polisi kembali mengamankan barang bukti berupa dua bungkus plastik berisi dua ribu butir pil koplo. Barang tersebut milik Sulis yang belum sempat diantarkan ke pembeli. "Dua ribu butir itu merupakan pesanan. Tersangka Husen hanya menunggu perintah dari Sulis," paparnya.

Mantan Kapolsek Tambaksari ini mengatakan setelah mengamankan ketiganya, mereka bersama barang bukti dibawa ke Mapolsek. Masing-masing tersangka diperiksa, namun dari sekian banyak keterangan yang disampaikan, keterangan Niko dan Andre lah yang membuat miris."Sebab keduanya mengaku jika kebanyakan pelangganya adalah remaja dan pelajar. Mulai dari SMP hingga SMA," terangnya.

Andre yang juga pengecer pil dobel L tersebut mengatakan biasanya dia menjual pil itu sudah dalam kemasan kecil. Setiap kemasan berisi 20 butir dan dijual seharga Rp 20 ribu. Dari ribuan butir yang ia beli biasanya habis dalam waktu seminggu.

Untuk mengelabuhi polisi, Andre dan Niko memberikan label khusus di setiap bungkus pil tersebut. Label itu berisi keterangan jika pil tersebut merupakan vitamin B. Tak lupa mereka mencantumkan kandungan obat itu.  "Sehingga orang awam akan mengira jika obat itu memang benar-benar vitamin," tukasnya.

Sementara itu, kepada polisi Niko mengaku sudah lima bulan menjalani bisnis menjadi pengedar pil koplo. Awalnya dia ditawari oleh teman untuk mengantarkan pil itu kepada pembeli.

Lalu setelah ia tahu jika bisnis itu cukup menguntungkan, Niko lantas mengambil uang tabungannya untuk kulakan pil dobel L itu. "Untungnya lumayan, sebab setiap seribu butirnya saya memeroleh untung paling sedikit Rp 500 ribu," terangnya. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia