Kamis, 17 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Menyaru Jadi Ojol, Polisi Dor Pencuri Smartwatch

19 Maret 2019, 13: 45: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIDOR: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencurian yang berhasil diamankan di Mapolsek Tegalsari.

DIDOR: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencurian yang berhasil diamankan di Mapolsek Tegalsari. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Setelah melakukan serangkain penyelidikan, tim Unit Reskrim Polsek Tegalsari akhirnya berhasil meringkus Jemi  Martak Sudianto, 37,. Pria yang tinggal di Rusun Jalan Urip Sumaharjo, Surabaya ini ditangkap setelah sebelumnya teridentifikasi mencuri jam pintar di mall Jalan Tunjungan.

Polisi terpaksa melumpuhkan kakinya dengan timah panas lantaran mencoba melawan saat ditangkap. Tersangka Jemi ditangkap pada Minggu (17/3). Dia saat itu sedang berada di kosnya Jalan Kejambon Gang 2, Surabaya.

Sewaktu ditangkap, pelaku sedang tertidur pulas. Polisi menyamar sebagai ojek online (ojol) untuk memuluskan penangakapan Jemi. Ketika itu, anggota yang menyamar ditemui istri pelaku.

Karena tahu jika tersangka hendak pergi ke Sulawesi, istrinya pun membangunkan Jemi. Setelah itu, tersangka berhasil diringkus."Tersangka saat itu sudah packing dan siap berangkat ke Sulawesi," ungkap Kapolsek Tegalsari, Kompol David Trio Prasojo.

David mengatakan dari penangkapan tersebut, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya, satu unit playstation hasil pencurian, sisa hasil penjualan jam pintar dan satu poket sabu-sabu (SS) lengkap dengan alat isapnya."Tersangka rupanya juga mengisap SS. Kami sudah tes urine dan memang positif," terangnya.

Davi menambahkan setelah ditangkap, polisi mencoba mengembangkan ke tempat kejadian perkara (TKP) lainnya. Sebab selain di mall, tersangka juga pernah melalukan aksi pencurian di Rumah Sakit RSUD Dr Soetomo. Saat itu, ia berhasil mencuri tas milik dokter jaga.

"Kami pun mengkeler tersangka ke rumah sakit untuk menunjukkan TKP-nya," ujarnya.

Namun saat dikeler ke lokasi, tersangka mencoba melawan dan mencoba kabur. Karena beresiko, polisi akhirnya memberikan tindakan tegas dengan melumpuhkan kedua kaki tersangka dengan timah panas. 

Dari hasil penyelidikan, selain di Surabaya, Jemi juga teridentifikasi pernah beraksi di Sulawesi. Tersangka diketahui merupakan residivis kasus yang sama."Tersangka pernah kami tangkap setelah mencuri laptop dan dihukum selama tujuh bulan," imbuh mantan Kapolsek Tambaksari ini.

Kepada polisi, Jemi mengaku kembali beraksi setelah lama keluar penjara. Menurutnya jam pintar hasil pencurian di konter Samsung di mall Jalan Tunjungan sudah  ia jual seharga Rp 1,3 juta. Jam itu terjual kepada salah satu calo di pasar malam Wonokromo. 

"Uangnya untuk membeli SS dan kebutuhan sehari-hari," ungkap tersangka Jemi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tersangka Jemi diidentifikasi polisi setelah aksi mencurinya terekam CCTV di konter Samsung mall. Tersangka saat itu mencuri jam pintar senilai Rp 5 juta dari konter tersebut. Modusnya, tersangka mengecoh petugas dengan cara menendang meja display hingga membuat alarm yang terpasang di jam tersebut berbunyi. Setelah lengah, Jemi dengan cepat memgambil jam pintar tersebut. (yua/rud)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia