Senin, 21 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle

AWAS! Diet Gagal gara-gara Kurang Minum Air Putih

19 Maret 2019, 09: 33: 03 WIB | editor : Wijayanto

SEGAR: Karena fokus pada makanan, mereka yang sedang diet sering melupakan konsumsi air putih. Padahal air putih memegang peranan penting dalam progra

SEGAR: Karena fokus pada makanan, mereka yang sedang diet sering melupakan konsumsi air putih. Padahal air putih memegang peranan penting dalam program diet. (NET/SHUTTERSTOCK)

Share this      

DIET yang tergantung pada golongan darah, mungkin terlalu rumit dibandingkan dengan diet, misalnya, yang mengharuskanseseorang mengurangihampir semua karbohidrat.Di sisi lain, diet rendah karbohidrat mungkin tampak berbelit-belit dibandingkan dengan diet jeruk bali. Diet ini meminta Anda makan jeruk bali secara eksklusif untuk beberapa hari atau minggu. Namun, semua diet ini, terlepas dari kerumitannya, pasti akan gagal jika Anda tidak minum cukup air.

Doktor Thomas Chi, ahli urologi University of California San Francisco kepada Business Insidermengatakan, kesalahan terbesar yang bisa dilakukan oleh pelaku diet adalah memusatkan perhatian begitu banyak pada rencana makan,hingga mereka mengabaikan asupan air."Orang yang melakukan diet ekstrem, mereka cenderung memiliki kadar garam lebih tinggi dan lebih sedikit hidrasi," kata Chi, dilansir dari laman The Health Line, Senin (18/3).

Lebih jauh ia mengatakan, kadar garam yang tinggi sangat menggangu bagi mereka yang melakukandiet kaya daging. Kekurangan air, dikombinasikan dengan peningkatan asupan daging, dapat menyebabkan komplikasi,seperti batu ginjal.

Poin yang disampaikanChi adalah bahwa dehidrasi membuat orang berisiko menyabotase rencana makan sehat mereka. Orang yang tidak minum cukup air, dapat dengan cepat mengalami dehidrasi.

Namun, tubuh memiliki cara alami untuk memberi tahu bahwa Anda membutuhkan hidrasialias merasakan haus."Haus adalah peringatan tubuh alami bahwa kita kehabisan cairan. Kamu harus merespons secepatnya," kata dr. Niket Sonpal, ahli penyakit dalam dan ahli pencernaan Kota New York.

Ia melanjutkan, haus mudah diartikan sebagai rasa lapar. Rasa sakit itu bisa membuat Andamakan makanan kecil, padahal yang dibutuhkan hanyalah seteguk air.“Penurunan berat badan yang sukses terdiri dari rencana tindakan yang mengakses di mana Anda berada, mengakses di mana Anda ingin berada, dan bagaimana Anda akan sampai di sana," kata Sonpal.

Haruskah air menjadi bagian dari rencana tindakan itu? Apakah jumlah air dibutuhkan, sebanyak makanan yang Anda makan? "Ya, itu adalah bagian penting.Tidak hanya penurunan berat badan, tetapi juga kesehatan umum yang baik," kata Sonpal.

Air saja tidak akan menjadi penyelamat penurunan berat badan. Sama seperti elemen gaya hidup sehat lainnya, tidak semata-mata bertanggung jawab atas penurunan berat badan. Ini termasuk olahraga atau makanan sehat.

Diet tergantung pada beberapa faktor kunci yang bekerja bersama."Dengan sendirinya, minum air dalam jumlah besar tidak akan cukup untuk menurunkan berat badan secara substansial,"ingat Sonpal.

Apapun jenis dietnya, air memegang peranan penting. Air dapat membantu mencapai tujuan Anda. Mengabaikan pentingnya air, sebenarnya bisa menyabotase rencanadiet Anda. "Asupan air dianggap membantu penurunan berat badan dengan meningkatkan metabolisme lemak dan mengurangi makan," Dr. Chirag Shah, dokter darurat bersertifikat dan asisten profesor kedokteran darurat di Rutgers University.

Sebuah studi terhadap 18 ribu orang dewasa dan paruh baya (2016) menemukan fakta bahwa mereka yang minum lebih banyak air, ternyata lebih konsisten merasa tidak lapar. Akibatnya, mereka makan lebih sedikit kalori setiap hari.

Studi yang sama menemukan bahwa orang-orang yang minum air,mengonsumsi lebih sedikit kolesterol, lemak, dan garam sebagai bagian dari makanan sehari-hari mereka. Kondisi ini biladibandingkan dengan orang-orang yang mengalami dehidrasi atau tidak minum cukup air.

Sebuah studi di 2010 menemukan fakta bahwa orang yang minum air sebelum makan,sebenarnya memiliki keberhasilan penurunan berat badan yang lebih besar daripada orang yang tidak minum air. Hal ini disebabkan karena air memiliki efek mengisi dan membantu orang makan lebih sedikit.

Air juga merupakan‘freebie’ bagi para pelaku diet. Dengan kata lain, itu tidak menambah kalori, gula, karbohidrat, atau lemak tambahan ke total harian. Tidak seperti banyak minuman lain,termasuk minuman energi."(Air) membantu menggantikan minuman lain yang bisa menambahkan jumlah gula dan natrium yang tidak perlu ke dalam makanan Anda," kata Sonpal. (opi)

(sb/opi/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia