Kamis, 25 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Gandeng Pemilih Pemula, KPU Tekan Golput dengan Hiburan Rakyat

18 Maret 2019, 22: 46: 35 WIB | editor : Wijayanto

SEBULAN LAGI: Ketua KPUD Sidoarjo M. Zainal Abidin (kanan) memperlihatkan surat suara di Parkir Timur GOR Sidoarjo.

SEBULAN LAGI: Ketua KPUD Sidoarjo M. Zainal Abidin (kanan) memperlihatkan surat suara di Parkir Timur GOR Sidoarjo. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tinggal 29 hari lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sidoarjo terus berupaya untuk menekan angka golput pada pesta demokrasi yang digelar pada 17 April 2019 itu. Berbagai cara dilakukan dengan door to door hingga mengadakan event di berbagai lokasi.

Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo Mokhammad Zainal Abidin mengatakan, angka golput akan terus ditekan saat pencoblosan 17 April nanti. Salah satunya memberikan hiburan rakyat agar mengetahui jadwal pencoblosan. “Kita ingin angka golput di kisaran 30 persen bisa ditekan,” ujarnya.

Untuk Provinsi Jawa Timur, Sidoarjo menjadi salah satu kabupaten/kota yang dianggap berhasil menekan angka golput. Pada Pileg 2014 angka golput 24,28 persen. Sedangkan pada Pilpres 2014 angka golputnya sebesar 28,28 persen.

Menurut Zainal, berbagai upaya telah dilakukan agar tingkat partisipasi masyarakat Kota Delta meningkat. Misalnya, dengan mendatangi sejumlah sekolah dan instansi agar peduli dengan masa depan bangsa dengan ikut pencoblosan. “Jangan sampai tidak menggunakan hak suaranya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menyatakan, eksistensi pemerintah ditentukan dari pelaksanaan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis. Untuk itu, generasi milenial harus turut aktif ikut nyoblos. “Apabila pemilu berhasil, pembangunan akan berjalan dengan baik dan masyarakat bisa sejahtera,” katanya.

Terpisah, Komisioner KPU Sidoarjo Muhammad Iskak mengatakan, potensi pemilih pemula pada Pemilu 2019 ini sangat besar. Di Kabupaten Sidoarjo diperkirakan mencapai 10 persen. “Total pemilih di Sidoarjo sekitar 1,4 juta orang. Jadi, pemilih pemulanya sekitar 140 ribu orang. Ini angka yang signifikan,” katanya.

Karena itu, sejak awal tahun KPU Sidoarjo sering memberikan materi tentang pemilu ke sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK/MA. Termasuk cara penanggulangan berita-berita palsu alias hoaks. Informasi yang tidak benar terkait dengan pemilu di media sosial supaya bisa disaring. “Setiap siswa harus bisa menyaring berita-berita di media sosial,” tegasnya. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia