Senin, 21 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Puting Beliung Terjang Sukodono, Satu Wanita Alami Keguguran

18 Maret 2019, 22: 16: 21 WIB | editor : Wijayanto

RUSAK: Salah satu rumah warga di Dusun Kesemen, Desa Cangkringsari, Sukodono, yang rusak akibat puting beliung.

RUSAK: Salah satu rumah warga di Dusun Kesemen, Desa Cangkringsari, Sukodono, yang rusak akibat puting beliung. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Hujan lebat disertai angin puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Sukodono, Sabtu (16/3) sore. Akibatnya, sembilan rumah di Desa Cangkringsari dan tiga rumah di Desa Ngaresrejo mengalami kerusakan.

Dari pantauan Radar Sidoarjo, kerusakan belasan rumah tersebut mulai skala kecil hingga menengah. Kerusakan didominasi oleh atap rumah. Tampak beberapa pohon pun tumbang akibat terjangan angin berkecepatan tinggi tersebut.

Ketua RW 06 Desa Cangkringsari Ifan Adianto mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00. Saat kejadian sebagian besar warga sedang berada di dalam rumah masing-masing. Tiba-tiba turun hujan lebat disertai angin kencang.

“Padahal, sekitar pukul 15.00 itu langit masih cerah, tidak ada tanda-tanda mau hujan. Eh, sekitar pikul 16.00 hujannya langsung deras,” katanya.

Sedikitnya ada sembilan rumah warga di Dusun Kesemen, Desa Cangkringsari, yang mengalami kerusakan di bagian atap. Beberapa atap rumah warga yang terbuat dari galvalum pun ikut terbang bersama angin.

“Wah, ini ada banyak atap yang dari galvalum malah ikut terbang dan jatuh di atap rumah yang lain. Ada kalau 30 meteran,” tuturnya.

Selain galvalum, atap genting juga terlihat porak poranda. Beberapa pohon di pinggir jalan juga tumbang. "Angin puting beliung seperti ini jarang terjadi di sini," katanya.

Sementara itu, sesaat setelah kejadian anggota Koramil Sukodono serta Polsek Sukodono langsung datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Tak lama berselang, Badan Penanggulangan Bencana Daeran (BPBD) Sidoarjo juga tiba di lokasi untuk melakukan pendataan dan memberi bantuan berupa terpal kepada korban.

Beberapa warga dibantu anggota Gerakan Pemuda Ansor NU juga langsung memperbaiki atap rumah warga secara swadaya. “Pas malam kejadian itu kami dibantu sama Banser juga. Warga yang atapnya rusak parah diberi terpal dari BPBD. Kalau gentengnya rusak langsung dipasang genteng milik warga yang tak terpakai,” ujar Ifan.

Sebagian rumah yang rusak tersebut berada di RT 22, 24, dan 26, Dusun Kesemen, Desa Cangkringsari. Bahkan, salah seorang warga RT 16 yang sedang hamil enam bulan keguguran karena kaget saat mengetahui peristiwa angin puting beliung.

“Ibu hamil itu kaget dan langsung dibawa ke rumah sakit. Nah, tadi pagi (kemarin, Red) baru ngabari kalau keguguran,” ucap Ifan.

Informasi yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Sidoarjo menyebutkan, petugas BPBD Sidoarjo tiba di lokasi kejadian pada pukul 20.00. Mereka langsung memberi bantuan berupa terpal. Selain itu, melakukan koordinasi dengan perangkat desa. (far/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia