Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diduga Mabuk, Pengemudi Mobil Tabrak Penjual Bakso hingga Tewas

18 Maret 2019, 21: 14: 59 WIB | editor : Wijayanto

TKP: Polisi mengamankan lokasi kejadian dimana terdapat mobil pelaku dan korban tergeletak tewas.

TKP: Polisi mengamankan lokasi kejadian dimana terdapat mobil pelaku dan korban tergeletak tewas. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kecelakaan yang terjadi diduga akibat pengemudi mabuk kembali terulang, Senin dinihari (18/3). Kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Lontar tersebut melibatkan pengemudi mobil dan penjual bakso. Peristiwa itu mengakibatkan penjual bakso tewas di lokasi kejadian. 

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 03.40. Berawal saat mobil Mazda jenis minibus yang dikemudikan oleh David Hartanto Tenoyo, 34, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Lontar. Diduga pengemudi mobil bernopol L 1895 LX itu dalam keadaan mabuk.

Lalu saat melintas di Jalan Lontar, pengemudi yang tinggal di perumahan Grand Eastwood EW-2/68, Sambikerep, Surabaya ini menabrak Kasmadi, 55, warga asal Dusun Kedungdowo, Desa Plabuhanrejo, Kecamatan Mantup, Lamongan. Tabrakan keras membuat penjual bakso tersebut terpental hingga tewas di lokasi kejadian. 

Menurut Untung Supriyadi, warga di lokasi kejadian, korban saat itu mengendarai sepeda angin dengan gerobak bakso di belakangnya. Dia berada di sisi kiri jalan. Sesampai di TKP, dia menghindari tiang listrik hingga membelokkan sepedanya agak ke kanan. Nahas dari belakang, melaju mobil yang dikemudikan David tersebut. "Jaraknya sudah terlalu dekat sehingga pengemudi mobil tak bisa menghindari tabrakan. Sepertinya pengemudi juga dalam kondisi mabuk," ungkap Untung. 

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Antara mengatakan, korban tewas sebelum sempat memeroleh perawatan di rumah sakit. Jenazah kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Dr Soetomo. Sedangkan pengemudi dan mobil diamankan di Unit Lakalantas Polrestabes Surabaya. 

Antara menyebutkan, dari hasil olah TKP di lapangan diperoleh fakta jika pengemudi mobil yang terlibat kecelakaan memang melaju dalam kecepatan tinggi. Selain itu, tak ada bekas atau tanda-tanda rem sebelum menabrak korban. "Pengemudi baru mengerem setelah menabrak korban," ujar Antara.

Mengenai dugaan pengemudi yang mabuk, Antara masih enggan menyebutkan. Sebab, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan gelar perkara untuk menentukan status pengemudi. "Pengemudi mengaku jika jalannya gelap," ucapnya. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia