Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Antisipasi Penyelundupan Hasil Perikanan, Bandara Juanda Gandeng BKIPM

18 Maret 2019, 20: 45: 45 WIB | editor : Wijayanto

PINTU GERBANG: Salah satu penyelundupan lobster mutiara ke Vietnam yang sempat digagalkan di Bandara Juanda.

PINTU GERBANG: Salah satu penyelundupan lobster mutiara ke Vietnam yang sempat digagalkan di Bandara Juanda. (DOK/JPNN)

SURABAYA – Bandar Udara Internasional Juanda terus berupaya meningkatkan efektivitas pengawasan lalu lintas ikan dan hasil perikanan melalui bandara. Salah satunya dengan menandatangani Nota Kesepahaman dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya I. Penandatanganan ini dilakukan karena  awal tahun 2019 ini tercatat sudah ada  satu kasus penyelundupan benih bibit lobster. 

General Manager Bandar Udara Internasional Juanda Heru Prasetyo mengatakan, kasus ini merupakan kasus penyelundupan kali kedua. Sebelumnya, pada 2018 kemarin tercatat satu kasus penyelundupan yang berhasil digagalkan di Bandar Udara Internasional Juanda.

"Oleh karena itu, kami bersama dengan BKIPM akan lebih intens lagi mengawasi lalu lintas ikan dan hasil perikanan," jelasnya di Surabaya, Senin (18/3).

Heru menuturkan, landasan kerja sama ini merupakan langkah untuk menyamakan persepsi dalam tindakan pencegahan maupun penindakan secara hukum kegiatan lalu lintas ikan dan hasil perikanan illegal yang mungkin bisa terjadi di Bandar Udara Internasional Juanda. 

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman ini antara lain pelaksanaan berbagai kegiatan berupa penyediaan data melalui diseminasi informasi dan/atau sosialisasi peraturan bersama.

Kemudian pemanfaatan mesin x-ray dalam rangka pemeriksaan dan/atau pemeriksaan ulang untuk pengeluaran, pemasukan atau transit, penyediaan dan pemanfaatan fasilitas pemeriksaan fisik di terminal penumpang dan terminal kargo, dan penyediaan bimbingan teknis dan/atau pelatihan. "Selain itu juga dilakukan peningkatan koordinasi antarlembaga serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia," paparnya. 

enurut Heru, penandatanganan MoU ini tidak hanya dilakukan oleh Bandar Udara Internasional Juanda tetapi juga diterapkan pada 13 Kantor Cabang PT Angkasa Pura I (Persero). "Kantor Pusat PT Angkasa Pura I (Persero) juga melangsungkan penandatangan di Jakarta bersama BKIPM Kementerian Kelautan untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya penandatanganan yang dilaksanakan pada 17 Februari 2017," ujarnya. 

Selama ini nilai sumber daya ikan yang berhasil diselamatkan oleh PT Angkasa Pura I melalui 13 bandara yang dikelola pada tahun 2018 lalu mencapai Rp 125.149.940.000. (cin/rak)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia