Jumat, 26 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik
Sering Setor Upeti dari Potongan Uang TPG

Muwafaq Jadi ATM Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanudin

18 Maret 2019, 08: 48: 55 WIB | editor : Wijayanto

THE MASTER AND THE FOLLOWER: Haris Hasanudin (kanan depan) dan loyalisnya, Muwafaq Wirahadi (kiri belakang) kini ditahan KPK di Jakarta.

THE MASTER AND THE FOLLOWER: Haris Hasanudin (kanan depan) dan loyalisnya, Muwafaq Wirahadi (kiri belakang) kini ditahan KPK di Jakarta. (ISTIMEWA)

GRESIK - Penangkapan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabulaten Gresik, Muhammad Muwafaq Wirahadi MPd.I oleh KPK bersama Kakanwil Kemenag Haris Hasanudin ternyata tidak mengejutkan staf di Kantor Kemenag Gresik. Sejumlah staf menyatakan, Muwafaq selama ini kerap menjadi ATM atau bendahara informal bagi Haris Hasanudin.

"Sejak Pak Haris jadi Kepala Kemenag Gresik dan Pak Muwafaq kepala MI Kedamean, semua orang sudah tahu kedekatannya. Kalau ada kebutuhan pimpinan, biasanya Pak Muwafaq yang menyediakannya," kata salah satu staf Kantor Kemenag Gresik yang ditemui rumahnya.

Karena kedekatan itu pula, seluruh staf dan kepala madrasah di lingkungan Kemenag Gresik takut pada keduanya. Bahkan, kalau ingin mendapatkan posisi basah di Kemenag, harus melalui Muwafaq.

Dikatakan, saat Haris Hasanudin menjabat Kepala Kemenag Gresik, ada sejumlah upeti yang disetorkan. Uang setoran berasal dari potongan Tunjangan Profesi Guru (TPG), penempatan guru dan kepala sekolah. Maka tidak salah jika usai dipromosikan menjadi Kakanwil Kemenag Jatim, Haris menunjuk Muwafaq sebagai kepala kantor Kemenag Gresik.

Kepala Seksi Pendidikan Pondok Pesantren (Pontren) Kemenag Gresik, Abdul Ghofar mengaku pasca OTT KPK, seluruh pegawai Kemenag belum menggelar rapat atau pertemuan. "Rata-rata semua takut keluar rumah karena dikhawatirkan akan terbawa-bawa," kata dia.

Ghofar memastikan tertangkapnya Muwafaq tidak akan menganggu aktivitas Kantor Kemenag Gresik. Dia menegaskan semua pegawai sudah memiliki tugas masing-masing yang harus dikerjakan.

Sementara itu, Sa'adah salah satu staf Kemenag Gresik mengungkapkan bahwa di lingkungan Kemenag Gresik tidak semua pegawai loyal kepada Muwafaq. "Namanya pimpinan yang tidak suka banyak. Namun saya termasuk orang yang loyal pada beliau," katanya.

Sa'adah menuturkan, banyak pejabat di bawah kepala kantor yang mengincar posisi untuk menjabat kepala kemenag. Tidak jarang para pejabat itu menggunakan berbagai macam cara agar bisa duduk di pucuk pimpinan.

"Siapa yang lobinya kuat tentu akan berhasil. Namanya juga posisi bagus, pasti banyak yang mengincar," imbuhnya. 

Kepala sekolah MIN Kedamean Mubin mengatakan, Muwafaq pernah menjadi kepala sekolah sejak tahun 2007 sampai 2009. Seluruh guru dan siswa MIN Kedamean cukup terpukul dengan penangkapan Muwafaq. 

“Selama 1 tahun 8 bulan, banyak perubahan  di sekolah, misalnya ada penambahan pembangunan dua kelas sekaligus. Beliau juga sangat ramah dan santun," kata Mubin.

Sementara itu, Kurningyat, istri Muwafaq dan kedua anaknya terpukul. Dia kini hanya bisa memendam perasaan menyesal. Sebab sebelum suaminya berangkat ke Surabaya, keduanya sempat berkomunikasi melalui telepon pada malam harinya.

Dia mengatakan bahwa suaminya ingin bertemu dengan Romahurmuziy untuk mengucapkan rasa terimakasih atas berbagai bantuan yang telah diberikan.

Diakuinya, dibandingkan pejabat di kantor Kemenag Gresik lain, suaminya tergolong orang yang sangat dekat dan loyal kepada mantan kepala Kemenag Gresik yang kini menjadi Kakanwil Kemenag Jatim,  Haris Hasanudin. Hal itu membuat Haris sangat percaya kepada Muwafaq.

“Bapak ini apabila dapat uang dari rapat atau honor perjalanan pasti di serahkan ke bendahara kantor agar bisa dipakai bersama-sama. Beliau tidak pernah memikirkan dirinya sendiri,” tuturnya. 

Di rumah, Muafaq tergolong orang yang tertutup pada keluarga. Tidak hanya itu, sang istri juga menceritakan bahwa suaminya sering tidur di ruang kerjanya.

Sementara disinggung perkenalannya dengan Ketum PPP Romahurmuziy, Rukningyat mengakui seingat dia itu terjadi sejak beberapa bulan lalu. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia