Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

KPK Geledah Kantor dan Rumah Kepala Kemenag Gresik

17 Maret 2019, 06: 28: 22 WIB | editor : Wijayanto

DISEGEL : Usai mengamankan Muhamad Muafaq Wirahadi, KPK langsung menggeledah dan menyegel ruang kantornya.

DISEGEL : Usai mengamankan Muhamad Muafaq Wirahadi, KPK langsung menggeledah dan menyegel ruang kantornya. (FAJAR YULI YANTO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Sebelum penetapan tersangka dalam kasus dugaan penyuapan jabatan di lingkungan Kementerian Agama, KPK menyegel dan melakukan pemeriksaan Kantor Kemenag Jatim maupun Kantor Kemenag Gresik.

Penjaga kantor Kemenag Gresik, Karjan, mengakui tiga petugas dari lembaga anti rasuah itu datang ke Kantor Kemenag Gresik di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jumat sore (15/3).

"Ada tiga petugas KPK, mereka datang dan ambil kunci kantor Kepala Kemenag Gresik pukul 16.00 WIB," ujarnya. Tiga petugas itu bahkan sempat berdiskusi dengan pegawai di kantor Kemenag. “Tidak tahu apa yang dibicarakan. Kayaknya hanya minta kunci. Sekitar pukul 16.30 WIB, tiga petugas KPK itu pergi," terangnya.

MENUNGGU :  Istri Muh Muafaq Wirahadi,  Kurningyat menunggu kabar baik dari KPK.

MENUNGGU : Istri Muh Muafaq Wirahadi, Kurningyat menunggu kabar baik dari KPK. (FAJAR YULI YANTO/RADAR GRESIK)

Menurut Karjan, pada hari Jumat, Muafaq tidak terlihat sama sekali di kantor Kemenag Gresik. “Biasanya pagi ikut olahraga, siang keluar dan sore kembali. Tapi, ini seharian tidak di kantor,” ungkapnya.

Usai menggeladah kantor Kemenag,KPK langsung menuju rumah Muafaq Jalan Raya Kedamean nomor 52 Gresik. Istri Muafaq, Kurningyat mengaku KPK datang ke rumahnya sekitar pukul 18.00 WIB, Jumat (15/3).

“Kami tidak tahu bapak diperiksa KPK. Baru tahu dari televisi, kok ada bapak,” kata guru TK tersebut. KPK langsung mengeledah rumah dan bertanya kamar pribadi bapak. “Saya jawab, bapak tidak punya kamar pribadi. Kamarnya bersama. Mereka menggeledah ruangan seisi rumah,” jelasnya.

Kurningyat dan kedua anaknya terpukul. Bahkan, anak bungsunya selalu bertanya kondisi Muafaq. “Semoga tidak lama-lama. Kalau tidak tersangka langsung dipulangkan, cepat disidang dan segera selesai,“ kata dia. Selama ini, Muafaq jarang pulang ke rumah. Ia banyak menghabiskan waktu dengan bekerja. “Kalau pulang, biasanya hanya membawa baju kotor dan diganti baju bersih,” jelasnya. 

Kepala sekolah MIN Kedamean Mubin mengatakan Muafaq pernah menjadi kepala sekolah sejak tahun 2007 sampai 2009. Seluruh guru dan siswa MIN Kedamean cukup terpukul dengan penangkapan Muafaq. “Selama 1 tahun 8 bulan, banyak perubahan di sekolah, misalnya ada penambahan pembangunan dua kelas sekaligus. Beliau juga sangat ramah dan santun,“ kata Mubin.

Sebelumnya, KPK menciduk beberapa rombongan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (15/3) pagi di Sidoarjo pukul 09.30 WIB. Mereka di antaranya, M. Romahurmuzy (Ketua Umum PPP), Haris Hasanuddin (Kakanwil Kemenag Prov Jatim), Muh. Muafaq Wirahadi (Kepala Kemenag Kabupaten Gresik), Harun Al Rasyid, Agtaria Adriana, Tieswin Rachwell, Condro Raharjo, Amin Nuryadi, Abdul Wahab, M Sachrun Najib, Ni Made Dewi, Arif N Kuncoro dan Herdiyanto Prabowo. (jar/han)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia