Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Diotaki Residivis yang Dihukum 17 Tahun

Komplotan Pencuri Mobil dengan Modus Bius Korban Didor

17 Maret 2019, 00: 09: 17 WIB | editor : Wijayanto

DILUMPUHKAN: Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti (kiri) memamerkan tersangka Ari dan Asum di Polrestabes Surabaya.

DILUMPUHKAN: Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti (kiri) memamerkan tersangka Ari dan Asum di Polrestabes Surabaya. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dua tersangka pencurian mobil dengan modus memberi obat bius korbanya, diringkus Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. Mereka Ari Ariasteja, 32, warga Labang, Kecamatan Bangkalan Madura dan Asum, 38, warga Jalan Proklamasi Kemerdekaan, Kelapa Gading, Jakarta.

Kedua terpaksa diberi tindakan tegas dengan menempak kakinya karena berusaha kabur saat ditangkap. "Tersangka berhasil kami tangkap di Bangkalan saat hendak melarikan mobil tersebut," kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti.

Korbannya Rubidi, warga Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Awalnya korban yang merupakan pengemudi online mendapat pesanan dari dua tersangka ini. Mereka meminta untuk mengantar ke Gresik. Dari Bekasi sampai Gresik korban dicarter. Sesampainya di Gresik tersangka mengarahkan korban untuk mengantarnya ke salah satu hotel di kawasan Wiyung, Surabaya. "Tersangka mengajak korban untuk makan malam di dalam hotel," katanya.

Korban tidak tahu, makanan yang sudah tersaji di depannya sudah dicampur obat bius oleh tersangka Ari. Tersangka menggunakan obat bius jenis Asabdon kemudian menghancurkannya hingga halus menggunakan sendok dan mencampurkannya ke makanan korban.

Setelah makan korban merasa mengantuk dan akhirnya tak sadarkan diri. "Tersangka beraksi dengan mengambil kunci mobil korban. Sementara STNK dan dompet korban ada di dalam mobil ikut dibawa lari keduanya," ungkapnya.

Korban yang tersadar dari obat bius terkejut saat mengetahui mobilnya sudah raib diparkiran. Kuncinya juga hilang berikut dua tersangka yang mengajaknya makan.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan pengejaran. Mereka bekerja sama dengan Polres Bangkalan untuk memantau lokasi mobil korban dan diketahui sedang melintas di Bangkalan.

Tersangka sempat mengetahui jika ia sedang dikejar polisi sehingga kejar-kejaran sempat terjadi. Keduanya sempat mencoba lari sehingga polisi terpaksa melepaskan timah panas ke kedua kaki tersangka Ari dan kaki kiri tersangka Asum. "Mereka mencoba lari sehingga kami lakukan tindakan tegas," jelasnya.

Hasil penyidikan terhadap keduanya, ia sudah dua kali melakukan aksi dengan modus yang sama. Pertama dilakukan sebuah hotel di Bungurasih, Waru saat itu tersangka berhasil membawa lari mobil korbannya dan menjualnya seharga Rp 15-20 juta. Kedua kalinya ini ia berhasil diringkus. "Mereka juga hendak menjual mobil korban. Namun, berhasil kami ringkus terlebih dulu," katanya.

Iptu Bima Sakti mengatakan, dari penyidikan terhadap tersangka Ari pernah mendekam di tahanan Polda Metro Jaya. Sebelumnya ia ditangkap karena kasus pencurian dengan kekerasan yaitu jambret hingga menyebabkan korbannya meninggal dunia. Ia divonis selama 17 tahun dan kemudian bebas mulai melakukan aksinya ini.

Obat bius yang digunakan tersangka ini termasuk sulit dicari dan tidak ada di apotek atau dijual bebas di pasaran. Obat yang disebut tersangka bermerek Asabdon ini berbentuk pil berwarna pink. Informasinya satu pil itu jika diminum bisa membuat penggunanya tak sadarkan diri selama 3-4 jam. "Saya membelinya di toko obat kuat di Jakarta," kata tersangka Ari.(gun/rtn)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia