Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Suami Pertama Kasar, Suami Kedua Lemot, Podo Ae

17 Maret 2019, 01: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Karin heran sendiri dengan nasib buruknya dalam urusan jodoh. Dua kali menikah, suaminya tak ada yang benar. Suami pertamanya, kasar, suka main tabok. Ia pun menyerah. Lalu menikahlah Karin dengan Donwori, 45. Gara-gara usia yang terpaut jauh, keduanya sering salah paham. Ujung-ujungnya cerai juga. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karin menikah dengan Donwori masih baru. Kira-kira masih 2 tahunan. Sebelum akhirnya ia menyerah gara-gara gemas dengan kelemotan suaminya. Dulu, Karin mau dinikahi Donwori karena pembawaannya yang tenang. Sangat berbeda jauh dengan mantan suaminya dulu yang sedikit-dikit marah, sedikit- dikit memukul. Di awal, Karin selalu membesarkan hatinya sendiri dengan mengatakan, tidak apa-apa kalaulah punya suami tidak kaya materinya. Yang penting kaya hatinya.

Oh iya, Karin adalah seorang tengkulak jajan chiki-chiki di pasar. Di sanalah ia bertemu dengan Donwori. Suami keduanya itu seorang karyawan toko. Tokonya persis bersebelahan dengan toko Karin. Didekati Donwori, hati Karin awalnya berbunga-bunga. Donwori merupakan pria lajang yang tidak neko-neko. Yang paling penting mau menerima apa adanya kondisi Karin yang sudah menjanda.

“Biasalah. Dari gojlok-gojlokan tiap hari, akhirnya jadi cinta,” jelas Karin mengulang awal PDKT dengan Donwori, di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya.

Dari olok-olokan menggoda itu, akhirnya menikahlah keduanya. Namun usia memang tak bisa berbohong.  Beda usia yang terpaut jauh, membuat keduanya sering gagal paham. Karin yang masih muda, pastilah ingin mesra-mesraan saban hari.

Sayangnya, Karin selalu gigit jari karena suaminya tidak punya inisiatif. Malam minggu ingin pacaran, sekadar nonton bareng ataupun makan di warung, juga tak pernah dilakukan Donwori. Ia lebih suka di rumah. “Lek malam minggu itu, banyak pilihan lho nyenengin istri. Dia gak peka. Tak jelasno panjang lebar.  Satu, bisa ngajak nonton. Dua, belanja. Tiga, makan. Kari milih, kok gak isok,”paparnya, jengkel.

Selain tak ada inisiatif, rupanya Donwori juga lemot. Ketika dimintai tolong sesuatu, Donwori ini lama responsnya. Entah karena malas atau kurang inisiatif. Sudah berkali-kali Karin dibuat geram dengan sikap Donwori yang satu ini. Katanya, kalau biasanya laki-laki punya rasa penasaran yang tinggi terhadap mesin dan elektronik, Donwori  blas gak ada inisiatifnya.

“Pernah televisiku rusak, dia ngerti aku seneng nonton sinetron, tapi ya gak inisiatif benerin iku. Coba suamiku yang dulu. Kasar-kasaro, dekne  gercep lek ngerti istrine kesusahan. Lah iki,” keluh ibu satu anak ini makin jengkel.

Sementara itu, keputusan Karin menggugat cerai gara-gara Donwori ini malas kerja. Punya istri bukannya lebih rajin, eh Donwori ini bak numpang rumah saja. “Merasa gak perlu nafkahi, mungkin ngerti aku mandiri,” keluhnya ketus. Ya jelas makin sebal deh Mbak Karin.  (*/opi)

p>  

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia