Senin, 21 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Surabaya

Persebaya Ingin Jadi Tuan Rumah Babak Delapan Besar Piala Presiden

16 Maret 2019, 14: 04: 52 WIB | editor : Wijayanto

EVALUASI: Skuad Persebaya tetap dievaluasi jelang berlaga di babak delapan besar.

EVALUASI: Skuad Persebaya tetap dievaluasi jelang berlaga di babak delapan besar. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Persebaya Surabaya berhasrat menjadi tuan rumah babak delapan besar Piala Presiden 2019. Peluang tersebut sangat terbuka sebab Persebaya lolos ke fase ini dengan status juara Grup A.

Sejauh ini baru dua klub yang dipastikan lolos ke babak delapan besar. Mereka adalah Persebaya dan Persela Lamongan. Persebaya sebagai klub pertama yang lolos ke fase ini, sangat berambisi menjadi tuan rumah.

“Sekarang sudah masuk babak delapan besar. Kemungkinan kami menjadi tuan rumah. Karena single match, jadi harus kami perjuangkan,” ucap head coach Persebaya, Djadjang Nurdjaman.

Babak delapan besar Piala Presiden 2019 akan dilangsungkan pada 29-31 Maret mendatang. Empat dari total delapan klub yang lolos, akan ditunjuk sebagai tuan rumah.

“Semoga kami bisa menang dan lolos ke semifinal. Itu yang kami kejar. Step by step saja dulu. Jika masuk semifinal, kami pasang target baru lagi,” tegas  mantan pelatih Persib Bandung dan PSMS Medan itu.

Walaupun lolos ke babak 8 besar Piala Presiden 2019 dengan status juara Grup A, performa Persebaya dinilai masih belum 100 persen sempurna. Persebaya sebenarnya tak pernah tercoreng kekalahan di babak penyisihan grup A Piala Presiden 2019. Bahkan mereka selalu menang dalam sejumlah laga di ajang Piala Indonesia. Namun penampilan Green Force tak luput dari evaluasi.

Menurut Djadjang Nurdjaman, masih ada sejumlah kekurangan di sana-sini. Pelatih Persebaya tersebut menuntut anak didiknya untuk memperbaiki diri sebelum bergulirnya Liga 1 2019.

“Kami masih ada banyak kekurangan. Kami belum sempurna,” ucap pelatih yang akrab disapa Djanur.

“Toh kami juga belum berkumpul lama. Pemain asing ada yang baru datang, begitu juga pemain lokal. Walaupun tidak banyak, tetapi belum sepenuhnya solid. Itu akan kami perbaiki dalam waktu yang ada,” imbuh eks Persib Bandung tersebut.

Tapi bagaimanapun juga, Persebaya tetap layak diacungi jempol. Sebab penampilan mereka sangat konsisten meski dalam perjalanannya di tahun ini, Persebaya sempat ditinggal Djanur yang mesti mengikuti kusus kepelatihan lisensi AFC Pro.(sam/saf/jpc/rak)

(sb/sam/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia