Senin, 26 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

OTT Romy Diduga Terkait Jual Beli Jabatan di Kemenag

16 Maret 2019, 10: 52: 44 WIB | editor : Wijayanto

TANGKAP TANGAN: Petugas membawa koper yang diduga berisi barang bukti OTT KPK terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Mapolda Jatim, Jumat (15/3).

TANGKAP TANGAN: Petugas membawa koper yang diduga berisi barang bukti OTT KPK terhadap Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Mapolda Jatim, Jumat (15/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Bumi Surabaya Jumat, (15/3) pagi, kemarin. Selain Romy, informasinya juga ada 2 terduga lain dan beberapa orang lainnya yang belum diungkap identitasnya.

Sedangkan dua terduga lainnya adalah Haris Hasanuddin, Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim, dan Muh Muafaq Wirahadi, Kepala Kemenag Kabupaten Gresik. 

KPK menyebut Rommy ditangkap terkait transaksi haram dalam pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) di pusat dan daerah. Kendati secara detail traksaksi dan berapa dana yang diamankan, KPK belum membeberkan secara perkara.

"KPK mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama. Kami duga sudah terjadi beberapa kali sebelumnya," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan kepada wartawan, Jumat (15/3). 

Namun demikian  KPK masih belum menentukan status Romi hingga berita ini diturunkan. Sesuai dengan aturan yang ada di KUHAP.  “ Ada waktu maksimal 24 jam bagi KPK sebelum menentukan status hukum perkara ini dan juga orang-orang yang diamankan," tambahnya

Menurut Basaria, sampai saat ini Tim penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap mereka-mereka, yang diamankan. "KPK menyampaikan terima kasih pada pihak Polda Jatim yang telah memfasilitasi dan membantu tim yang sedang bertugas di sana," kata Basaria.

Di tempat terpisah, penangkapan Ketum PPP Rommy oleh KPK diduga kuat terkait kasus dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Bahkan KPK kini sudah menyegel ruang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

"Iya (disegel,Red), Jadi itu bagian dari proses yang memang harus dipenuhi oleh KPK," kata Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag Mastuki. 

Menurut informasi, Romy diamankan sekitar pukul 07.30 WIB di sekitar pintu keluar Hotel Bumi Surabaya. Saat itu sempat terjadi kejar-kejaran dan ketegangan antara petugas dan mereka yang hendak diamankan. 

"Ada keributan saya kira kecelakaan, tapi ternyata ada orang yang diamankan," kata salah satu petugas Linmas Kota Surabaya yang enggan disebut namanya, kemarin. 

Menurut dia, saat itu ada sekitar 5 sampai 7 orang yang terdiri dari petugas dan pihak yang di OTT. Mereka, lanjut dia, terlihat memakai kemeja. Setelah berlangsung sekitar 10 menit, semuanya lalu kembali masuk ke area hotel. 

Dan tak berlangsung lama, mereka yang diamankan dibawa ke Mapolda Jatim. Termasuk Romy diperiksa di Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Jatim bersama beberapa orang lainnya mulai sekitar pukul 09.00. 

Setelah diperiksa selama 5,5 jam, Romy dan beberapa orang lainnya turut keluar. Mereka didampingi petugas keluar diam-diam melalui pintu belakang. Puluhan wartawan yang menunggu di pintu depan Subdit III Tipidkor terkecoh.

Romy dan 4 orang lainnya yang mengenakan masker, meninggalkan Polda Jatim sekitar pukul 14.20. Mereka lalu menuju Bandara Internasional Juanda untuk terbang ke Jakarta sekitar pukul 17.20 WIB. (rus/rud/rtn)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia