Minggu, 26 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ngaku Debt Collector, Bawa Kabur Motor Debitur

16 Maret 2019, 10: 36: 36 WIB | editor : Wijayanto

Tersangka Wahidi

Tersangka Wahidi (ISTIMEWA)

SURABAYA – Hati-hati dengan orang yang tiba-tiba menghentikan kendaraan bermotor di jalan dan mengaku sebagai debt collector. Sebab bisa jadi mereka adalah pelaku kejahatan. Seperti yang dilakukan Wahidi, 33, warga Jalan Lasem, Kelurahan Dupak, Krembangan ini. Mengaku sebagai debt collector,  ia membawa kabur motor milik Rahmad Setiawan, 43, warga Lamongan. Akibatnya, Wahidi kini meringkuk di penjara.

Kanitreskrim Polsek Sukolilo Ipda Supranoto mengatakan, kejadian penipuan penggelepan ini berawal ketika korban yang mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Ir Soekarno, Sukolilo. Saat berada di sekitar jembatan MERR korban tiba-tiba dihentikan tersangka yang mengaku sebagai debt collector salah satu finance. "Korban berhenti karena terkejut saat diminta berhenti saat itu. Apalagi ia merasa tidak ada masalah," katanya.

Saat berhenti, tersangka langsung meminta korban untuk menyerahkan sepeda motornya. Tersangka mengaku pada korban jika  sepeda motor tersebut cicilannya macet selama dua bulan.

Korban yang saat itu tidak terima dituduh menunggak sempat melawan mempertahankan sepeda motornya. Untuk meyakinkan korban, tersangka diajak ke kantor pembiayaan yang dimaksud tersangka. 

Setibanya di lokasi, tersangka menunggu di depan dengan alasan mengamankan sepeda motor korban. Sementara korban masuk ke dalam kantor perkreditan untuk mengecek kebenaran tuduhan tersangka terkait tunggakan sepeda motornya.

Saat korban masuk tersangka langsung membawa lari sepeda motor korban tersebut. "Mengetahui motornya dibawa kabur, korban merasa ditipu dan melaporkannya ke kepolisian," katanya.

Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian dan mendapat identitas tersangka. Polisi menyelidiki ke rumah tersangka dan menangkapnya saat berada di rumah. Pihaknya juga mengamankan sebuah ponsel yang dibeli dari hasil penjualan sepeda motor milik korban. "Sepeda motor korban sudah dijual seharga Rp 2 juta dan dibelikan ponsel," ujarnya.

Supranoto mengungkapkan, tersangka sudah dua kali melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus yang sama. Korban ini merupakan korban kedua.

Tersangka sendiri diketahui bukan debt collector hanya mengaku saja. Pihaknya masih mencari keberadaan sepeda motor yang dijual oleh tersangka. Untuk sementara ini tersangka mengaku pada polisi melakukan aksinya di sekitar wilayah Sukolilo saja. "Kami masih selidiki keberadaan sepeda motor korban," jelasnya.(gun/rtn)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia