Rabu, 20 Mar 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Jadi Janda Lagi? Siapa Takut! Pede Aja Lagi

16 Maret 2019, 01: 15: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Banyak janda yang merasa khawatir masa depan suram setelah bercerai. Bayangan hidup sendiri menopang anak-anak yang banyak kebutuhannya lah yang menghantui. Namun, kekhawatiran ini tak akan terjadi pada perempuan yang stabil ekonominya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Ya seperti Karin, 38, ini. Harus menghidupi empat anak  setelah bercerai adalah hal remeh baginya. Gampang, bisa disambi merem. 

Karin merupakan PNS guru. Namun disamping itu, ia adalah anak tunggal dari pedagang kaya. Jadi, bisa disimpulkan, dari mana ia dapat rasa percaya diri itu. Wong balungane gajah. Ya gak masalah.

Kepercayaan diri itu tergambar nyata ketika ia berada di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, beberapa waktu lalu. Omongannya tegas dan ringkas. Ia hanya berbicara seperlunya, tanpa drama dan bumbu. Kestabilan ekonominya juga terlihat dari apa yang ia kenakan. Meski seorang guru, barang bawaannya menyilaukan. 

Karin dengan enteng mengatakan kalau ia akan segera jadi janda. Bukan untuk pertama kalinya. Ini yng kedua kalinya.  Ya, bersama Donwori, 28, ini adalah pernikahan keduanya. Jauh sebelum itu, ia sudah pernah menikah, dan menghasilkan tiga anak. 

Kata perempuan berhijab ini, ia cerai gara-gara suaminya suka selingkuh dengan daun muda. Sempat ia bertanya kenapa Donwori selingkuh, jawabannya sungguh njengkelno. Katanya  Karin tak se-semlohai seperti yang Donwori kenal dulu. Apalagi setelah melahirkan buah cinta dengan Donwori, dua tahun terakhir.

Mendengar jawaban Donwori, tentu saja Karin kesal. Ya perempuan mana yang mau diperlakukan layaknya tebu yang habis manis sepah dibuang. Namun harga dirinya yang tinggi, menolak untuk menangis meraung-raung meratapi kepergian Donwori. Karin sungguh selow. Kalau memang sudah tak cinta, ia mempersilahkan Donwori mencari pasangan lain yang seimbang. Dan Karin dengan legowo mundur. 

Bahkan urusan perceraian, Karin juga yang ngatur. Tanpa meminta denda atau ganti rugi. Keempat anaknya pun ia rawat sendiri. Tanpa meminta Donwori ikut urunan. "Kalau aku mampu, kenapa aku minta-minta. Memangnya selama menikah, aku pernah minta sama dia," tukasnya. Singkat, padat dan jelas. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia