Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Anak-anak di Lingkungan Narkoba Kec Semampir

Dijadikan Kurir Narkoba, Banyak Anak Putus Sekolah

15 Maret 2019, 18: 29: 02 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi anak dengan narkoba

Ilustrasi anak dengan narkoba (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Sejumlah kawasan di Kecamatan Semampir Surabaya dikenal sebagai lingkungan narkotika. Sebagaian anak-anak dilingkungan ini dimanfaatkan sebagai kurir untuk mengelabuhi petugas.         

RJ tak lagi ke sekolah sejak tiga tahun lalu. Seharusnya dia saat ini berada di kelas IV SD, yang tak jauh dari rumahnya. Setiap malam RJ berkumpul di sudut salah satu jembatan di Kalimas. Menenggak minuman keras atau cukrik oplosan. “Kalau ada uang baru nyedot (menggunakan sabu-sabu red) cak,” kata RJ kepada Radar Surabaya.

Ayahnya sudah 4 tahun menjalani masa tahanan di Lapas Porong. Tersadung kasus peredaran narkoba dan divonis 8 tahun penjara. Kini RJ hidup dengan neneknya dan ditopang oleh pamannya yg juga mengedarkan narkotika.

Adiknya, TM masih kelas 1 SD. Hingga saat ini semangat untuk bersekolah masih besar. Tapi bersentuhan dengan narkoba sudah biasa bagi bocah ini. Meski tak menggunakan, TM kerap diminta jadi kurir.  Biasanya pamannya, meminta TM membawa sabu-sabu dan menunggu pembeli di sebuah warkop yang tak jauh dari rumahnya. Pembeli sebelumnya sudah dikasih kode agar mengambil pesanan di TM. Dan pembeli diminta memberi uang Rp 10 ribu untuk jajan TM. Bagi TM uang itu sangat besar dan membuatnya riang. Sedangkan petugas mungkin tak menyadari bila bocah kecil itu sebagai kurir.          

Ditempat terpisah Penyidik Pidana Umum Kejari Perak menyebutkan hampir 70 persen perkara  narkoba yang ditangani melibatkan anak dan remaja.Selama delapan bulan terakhir kasus narkoba yang ditangani oleh penyidik Kejari Perak sebanyak 337 perkara. Kemudian dari jumlah perkara itu, penyidik menyita barang bukti sebanyak 2,3 kilogram ganja dan 5 ons sabu-sabu (SS). Selain itu diamankan pula ratusan alat isap lengkap dengan timbangan elektrik.  "Mirisnya, sebagian perkara tersebut melibatkan anak-anak dan remaja," ungkap Kepala Kejari Perak Rachmat Supriady.

Tak hanya narkoba, peredaran pil koplo juga memprihatinkan lantaran mengincar para pelajar. Dalam sembilan bulan terakhir kejari menangani tujuh perkara dan menyita sebanyak 42.742 butir pil koplo."Peredaran narkoba dikalangan remaja bisa dipengaruhi  dari pergaulan, gaya hidup atau karena keputus asaan dari status keluarga yang pas pasan hingga larinya ke narkoba," tambahnya.

Sementara itu fenomena menggunakan jasa anak dibawah umur dalam keterlibatan pengiriman narkotika belum pernah dijumpai Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Selama dua bulan kepemimpinan Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Yasin belum ada kasus yang melibatkan anak kecil dalam penangkapan jaringan narkoba yang dilakukannya.. "Belum ada yang melibatkan anak dibawah umur," katanya.

Ia mengatakan, kalaupun ditemukan maka harus dilihat dulu bagaimana keterlibatannya dalam jaringan tersebut dan juga track recordnya. Jika memang yang bersangkutan memiliki catatan kepolisian seperti residivis kasus tertentu atau terlibat kriminalitas maka akan terus diproses sesuai hukum. Namun, untuk prosesnya tetap sesuai UU perlindungan anak dengan melibatkan orang tua, kuasa hukum, serta lembaga terkait untuk mengawalnya. "Hukumannya sama namun prosesnya dipercepat. Dalam waktu 20 hari harus sudah tahap II dan sidang juga tertutup,"tuturnya.(yua/gun/rtn)

(sb/yua/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia