Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Jadi Tersangka Penipuan Tak Ditahan, Caleg Nasdem Masih Maju Pileg

15 Maret 2019, 17: 35: 40 WIB | editor : Wijayanto

BEBAS : Mahmud saat ini belum ditahan karena masih mencalonkan diri sebagai caleg dari partai Nasdem.

BEBAS : Mahmud saat ini belum ditahan karena masih mencalonkan diri sebagai caleg dari partai Nasdem. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Pasca penetapan tersangka terhadap Mahmud, Caleg Partai Nasdem dari Dapil Gresik VII, penyidik Ditreskrimum Polda Jatim belum menahannya. Tersangka penipuan masalah tanah ini pun masih bebas termasuk mencalonkan diri sebagai calon anggfota legislatif (caleg) untuk DPRD Gresik.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengungkapkan, karena alasan itu, pihaknya belum mengirimkan surat resmi penetapan tersangka Mahmud ke KPU dan Bawaslu Gresik. "Ya karena kami menghormati proses pileg yang sedang berlangsung," jelas Kombes Barung.

Dikatakan, penyidik tidak serta merta menahan Mahmud lantaran yang bersangkutan dinilai koperatif dan selalu datang saat dipanggil polisi.  “Kami belum mengirimkan surat resmi ke KPU dan Bawaslu Gresik sebab kami masih memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengikuti proses pemilu yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Ditambahkan, jika nantinya surat resmi penetapan tersangka dikirimkan, pihaknya tidak ingin ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan momentum ini untuk kepentingan politik.  “Saya kira baik polisi dan KPU sudah tau soal ini. Selain itu ancaman yang disangkakan kepada tersangka dibawah lima tahun, sehingga tidak perlu ditahan,” jelasnya.

Namun demikian, kata Barung, jika proses pemilu nanti sudah usai, tidak menutup kemungkinan apabila yang bersangkutan akan ditahan. Sebab, berkas yang dimiliki oleh Polda Jatim kini sudah lengkap untuk menjebloskan Mahmud ke penjara. “Intinya kami terus berupaya meredam gejolak yang terjadi ditengah masyarakat,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi hal ini, Mahmud mengaku, dia hanya bisa pasrah terkait kasus yang menimpanya. Dia juga berupaya mengupayakan jalur perdamaian kepada pihak-pihak yang melaporkannya. “Dalam kasus ini saya merasa dizalimi. Sebab, kesalahan saya terus dicari demi menggugurkan kerjasama. Namun demikian saya terus berupaya agar bisa diselesaikan melalui jalur kekeluargaan,” katanya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia