Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Atasi Banjir, Pemkot Bangun Bozem dan Tambah Kapasitas Pompa

15 Maret 2019, 16: 56: 34 WIB | editor : Wijayanto

CEGAH  BANJIR: Wali Kota Surabaya serta Kadis PU Bina Marga cek kondisi terkini pembuatan Bozem PTC.

CEGAH BANJIR: Wali Kota Surabaya serta Kadis PU Bina Marga cek kondisi terkini pembuatan Bozem PTC. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Guna mencegah banjir, kapasitas pompa air di beberapa titik ditambah. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebutkan program pematusan ini meliputi penambahan pompa di Bozem Wonorejo yang bisa menampung aliran air hujan di kawasan Penjaringan Sari, Rungkut, Pandugo, sampai Perum Pondok Nirwana.

“Sungai Wonorejo ini jurusannya sampai sampai ke Pondok Nirwana sana,” ujar Risma saat Sidak di Bozem Wonorejo, Rungkut.

Selain di Bozem Wonorejo, ada beberapa penambahan kapasitas pompa dilakukan di Kalisari-Mulyosari berkapasitas 5 meter kubik, di Kalidami tambah 4,5 meter kubik, di Bozem Morokrembangan ditambah 8 meter kubik. “Morokrembangan karena luas maka butuh kapasitas besar. Air hujan di Kedung Doro dan Pusat Kota muaranya ke Bozem Morokrembangan,” katanya.

Di Surabaya Utara, penambahan pompa juga dilakukan di Jalan Ikan Musing yang bisa mengcover kawasan Jalan Rajawali, Jalan Pesapen, dan Perak. Untuk Pompa air di Sumberejo bisa menangani Stadion GBT dan Pakal. Sementara pompa di Petekan untuk menanggulangi air laut masuk sungai atau banjir rob. “Selama ini daerah Kalisosok gak hujan tapi banjir karena banjir rob. Maka kami maksimalkan di Petekan nantinya,” katanya.

Menurut Risma, proyek penambahan kapasitas Pompa Air ini ditarget selesai tahun 2019 ini tanpa proyek multiyears. “Kami terus menambah kapasitas Pompa dan mengurangi Pompa yang sudah tidak efektif. Tahun depan tambah lagi,” katanya.

Saat Risma melanjutkan sidaknya di proyek pembuatan Bozem di Bundaran Pakuwon Trade Center (PTC), bozem bundaran PTC dapat mencegah banjir di kawasan Surabaya Barat seperti Unesa Lidah dan Simo.  Bozem seluas satu hektar yang mulai dibangun Pemkot Surabaya dengan cara swakelola itu akan dilengkapi drainase di bawah jalan sekeliling Bozem.

Diharapkan, genangan air hujan yang berada di sekitar jalan bisa masuk di ke dalam bozem sebagai penampungan sementara. Setelah Bozem penuh, baru kemudian dialirkan ke Simo dan Kali Greges di wilayah Petemon.

"Nanti air hujan yang ada di sekitar sini, ditarik masuk ke Bozem biar tidak turun  langsung ke Unesa atau Simo. Kalau ada bozem di sini sebagian tertahan di sini, nanti dibuatkan saluran crossing dari jalan masuk ke Bozem, kalau penuh baru masuk saluran dilepas ke Simo dan kali Greges," ujar Risma saat sidak di proyek bozem bundaran PTC.

Risma yakin, bila Bozem ini jadi maka masalah genangan banjir di kawasan tersebut bisa teratasi dengan cepat. “Jadi genangan dikawasan ini bisa dicover di Bozem ini,” katanya.

Risma juga menyinggung, selain Bozem di kawasan Pakuwon itu, Pemkot Surabaya juga menyiapkan waduk Slamet seluas 4 hektar untuk mengatasi banjir di kawasan perumahan Citraland. “Kalau di Citraland ada bozem waduk Slamet, 4 hektare di situ untuk penampungan air yang dari Citraland. Kita sudah komunikasi dengan Citraland,” kata Risma.

Risma mengaku kesulitan mengatasi banjir di kawasan Citraland yang merupakan dataran yang menurun atau rendah. Maka dari itu harus dicari akar masalahnya dan menelusuri aliran air yang menyebabkan genangan di Surabaya Barat. “Kalau kondisinya turun gitu penangannnya sulit memang. Kalau di situ (Citraland) memang harus dicari akarnya,” katanya.

Risma menceritakan, pengalamannya meredakan banjir di kawasan Depan Ciputra World (Ciwo). Dia mengaku tidak mengerjakan saluran di sekitar Ciwo, tapi dibuatkan saluran besar di Greges Jaya Putat Jaya. (gin/rtn)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia