Senin, 22 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Evaluasi Ulang Konstruksi Jembatan Bambu di Wisata Mangrove Wonorejo

15 Maret 2019, 09: 25: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PENGERJAAN DIHENTIKAN: Jembatan bambu yang ada di kawasan Eco Wisata Mangrove Wonorejo. Pemkot akan melakukan pengkajian ulang konstruksi jembatan unt

PENGERJAAN DIHENTIKAN: Jembatan bambu yang ada di kawasan Eco Wisata Mangrove Wonorejo. Pemkot akan melakukan pengkajian ulang konstruksi jembatan untuk memastikan keamanannya. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA–Sempat terhenti proses pengerjaan jembatan bambu di kawasan Eco Wisata Mangrove Wonorejo, dibenarkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Pengerjaan tersebut dihentikan sementara waktu, pasalnya sedang dalam pengkajian konstruksi  ulang.

“Iya jembatan bambu ini memang belum kelar, ini masih kita evaluasi untuk kekuatannya. Insya Allah tahun ini kelar, karena kan itu tanahnya tanah lembek. Jadi kita evaluasi lagi,” jelas Risma, Kamis (14/3).

Pembutan jembatan menggunakan bahan kayu bambu tersebut dinilai Risma memang untuk memperindah estetika dan jadikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Risma juga menjelaskan, kondisi kayu bambu dari aslinya memang bergelombang dan tidak merata. “Memang seperti itu kan kayu bambu bentuknya bengkok-bengkok dia. Ya seperti itu kondisi kalau dari alam. Tapi yang terpenting kita evaluasi kekuatannya dulu,” ungkapnya. 

Sebelumnya, proyek sebesar Rp 1,2 miliar tersebut sempat dikritisi oleh Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji. Pasalnya, jembatan tersebut dinilai Armuji salah dalam perancangan konstruksi nya yang berbahan dasar kayu bambu. Menurutnya Armuji, ide tersebut memang bagus dari segi estetika, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus melihat kondisi cuaca di Indonesia. 

“Kalau bambu kena air hujan, lama kelamaan akan lapuk dan rusak. Kan membahayakan itu. Bambu itu tidak bisa di padukan dengan besi dan beton, apa lagi dengan konstruksi nya yang setinggi itu,” kata Armuji.

Armuji mengharapkan pemkot bisa melakukan perencanaan konstruksi  ulang. Agar pemkot tidak menjadikan bambu jadi bahan struktur bangunan jembatan, “Kalau strukturnya menggunakan baja dan beton dipastikan bisa kuat dan tahan lama. Kalau bambu itu cuma nempel sebagai hiasan saja sih tidak masalah, harusnya yang bisa di padukan itu beton dengan baja baru itu namanya komposit,” paparnya. 

Mendengar akan adanya evaluasi ulang pembuatan jembatan bambu di kawasan Eco Wisata Mangrove Wonorejo oleh Pemkot Surabaya yang di lontarkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Armuji pun sepakat pendapat dengan redesain ulang jembatan. 

“Kalau memang pemkot akan meredesain konstruksi jembatan bambu saya setuju, tapi saya pesan, agar pemkot tidak menggunakan bambu sebagai bahan dasar konstruksi nya. Tapi bambu digunakan sebagai penempel hiasan saja,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia