Senin, 22 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Akomodasi Gaya Hidup, Hunian di Superblok Kian Diminati

14 Maret 2019, 17: 43: 06 WIB | editor : Wijayanto

APARTEMEN LEBIH DIMINATI: Director of Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi (kanan) bersama GM Finance Pakuwon Fenny saat melihat salah satu pro

APARTEMEN LEBIH DIMINATI: Director of Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi (kanan) bersama GM Finance Pakuwon Fenny saat melihat salah satu proyek Pakuwon dalam Pakuwon Group Property Exhibition di Pakuwon Mal. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pakuwon Group terus agresif meningkatkan penjualan unit-unit apartemennya. Salah satunya dengan menyelenggarakan Pakuwon Group Property Exhibition. Meskipun tahun politik dinilai memberi dampak pada end user maupun investor yang cenderung wait and see, Pakuwon Group tetap optimistis mampu menjual seluruh unit apartemennya. Hal ini didukung dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh developer dan perbankan.

Menurut Director of Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi, sebenarnya kondisi ini sangat menguntungkan bagi end user dan investor. Pasalnya, pasca momen pemilu nanti kondisi harga akan mulai terkerek. "Dari sisi market investor, saat ini sudah waktunya. Karena banyak pihak yang memberi kemudahan. Kalau lewat ya ketinggalan. Berbeda dengan kelas premium yang mungkin memang sengaja ditahan," terangnya.

Yang wait and see biasanya apartemen dengan harga di atas Rp 7 – 10 miliar. Selain itu, kini hunian di kawasan superblok kian diminati masyarakat. Apalagi bagi mereka yang mempunyai banyak kegiatan. Dan melihat kondisi saat ini, lifestyle orang-orang di kota-kota besar banyak memiliki kegiatan di luar. "Banyak keunggulan yang didapat jika memiliki apartemen di atas mal, misalnya ketemu klien bisa sekalian makan di mal," ujarnya.

Unit ini banyak dibeli oleh end user. Komposisinya bisa mencapai 70 persen banyak orang yang memilih apartemen di kawasan superblok. "Semua arahnya ke satu titik keramaian. Orang mencari kemudahan dan fasilitas," lanjutnya.

Sutandi juga mencatatkan sepanjang 2018 kemarin, pencapaian Pakuwon Group dinilai cukup bagus, masih sesuai target yakni sekitar Rp 2,2 triliun. Pencapain tersebut disumbang oleh penjualan apartemen yang masih berkontibusi tinggi, yakni sekitar 65 persen, kemudian landed sebesar 28 persen dan sisanya office sebesar 7 persen. "Tahun ini targetnya kurang lebih sama, karena tahun ini masa kerjanya terbatas. Namun ke depannya tetap optimistis," ujarnya.

Adapun selama event Pakuwon Group Property Exhibition kali ini, pihaknya optimistis dapat meraup penjualan hingga Rp 200 miliar. Dengan komposisi penjualan highrise mendominasi 65 persen dibandingkan dengan landed sebesar 35 persen. Sementara target hingga akhir tahun nanti, Sutandi menyebutkan, penjualan masing-masing unit seperti highrise meningkat hingga 67 persen, landed sebesar 24 persen, dan office sebesar 9 peren. "Trennya saat ini orang merasa lebih enak tinggal di tempat yang dikelilingi dengan fasilitas-fasilitas umum. Dan office tower saat ini lebih didominasi kalangan milenial. Mereka banyak membuat lounge terbuka karena mereka banyak yang menggeluti startup. Kami berusaha mengakomodir lifestyle saja," pungkasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia