Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik
Korupsi Dana Kapitasi BPJS Kesehatan

Kejaksaan Buru Harta dr Nurul Dholam

14 Maret 2019, 17: 07: 20 WIB | editor : Wijayanto

DIBURU: Kejaksaan akan menyita aset terpidana korupsi dr Nurul Dholam.

DIBURU: Kejaksaan akan menyita aset terpidana korupsi dr Nurul Dholam. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik saat ini tengah mendata aset kekayaan dr Nurul Dholam, terpidana 6 tahun kasus korupsi dana kapitasi BPJS Kesehatan. Mantan Kadinkes Gresik ini diwajibkan mengganti biaya kerugian negara sebesar Rp 1,9 miliar, sesuai putusan majelis hakim PN Tipikor Surabaya.

"Penyitaan akan kami lakukan seandainya terpidana tidak bisa membawa kerugian negara. Selama terpidana membayar kerugian negara sebesar Rp 1.956.360.976, kami tidak akan melakukan penyitaan," jelas Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Gresik, Andri Dwi Subianto.

Ditambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu penetapan majelis hakim terkait putusan 6 tahun terhadap dr Nurul Dholam. Sebab, sejak diputus Senin, kemarin, hingga kini mereka masih menyatakan pikir-pikir. "Kami menunggu putusan yang tetap atau inkrah. Masih ada waktu 7 hari untuk menunggu putusan tersebut," jelas Andri Dwi Subianto.

Setelah ada putusan, pihaknya akan memastikan apakah terpidana membayar kerugian atau tidak. Jika tidak maka, kejaksaan akan melakukan penyitaan aset. Setelah itu, mereka akan melacak aliran dana yang dibagikan oleh dr Nurul Dholam kepada pihak lain. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia