Senin, 09 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Ratusan Koperasi Wanita di Kota Delta Tidak Sehat

14 Maret 2019, 15: 07: 02 WIB | editor : Wijayanto

Ratusan Koperasi Wanita di Kota Delta Tidak Sehat

SIDOARJO - Sebanyak 353 koperasi wanita (kopwan) di Kabupaten Sidoarjo dinilai belum sehat. Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo Yayuk Puji Rahayu mengatakan, ratusan kopwan yang tersebar di berbagai kawasan Kota Delta itu mengalami persoalan yang bervariasi.

Bahkan, menurut Yayuk, ada oknum anggota dan pengurus koperasi yang terlibat dalam penyelewengan keuangan. “Yang nakal itu ada dari anggota, ada pengurus juga. Di Kecamatan Krian ada ketua kopwan sampai membawa lari uang koperasi,” kata Yayuk.

Saking banyaknya masalah yang terjadi pada ratusan kopwan itu, Yayuk menilai hanya separo kopwan di Kabupaten Sidoarjo yang bisa dibilang sehat, tangguh, dan mandiri. Separo lainnya perlu disehatkan lagi. Agar kopwan di Sidoarjo bisa sehat, menurut Yayuk, para pengurus dan pengawas harus rutin dikumpulkan untuk diberikan pemahaman dan sosialisasi.

Selama tiga hari, 12-14 Maret, ada 450 anggota dan pengurus koperasi wanita yang mengikuti sosialisasi tentang pengawasan. Menurut Yayuk, sumber pendanaan kopwan selain dari anggota, juga ada dana hibah dari pemprov dan pemkab. Dana yang nilainya cukup besar itu harus bisa dipertanggungjawabkan oleh pengurus.

Meski cukup banyak kopwan di Kabupaten Sidoarjo yang melakukan penyelewengan, Yayuk menegaskan, pihaknya tidak bisa menjatuhkan sanksi. Sebab, kopwan-kopwan itu sudah berbadan hukum.

Sejak Maret 2019, pembubaran koperasi bukan lagi dilakukan Kementerian Koperasi, tapi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM). “Kami hanya bisa memberikan rekom saja. Tidak bisa membubarkan,” kata Yayuk.

Tahun 2019 ini, pihaknya sudah mengusulkan pembubaran sekitar 300 koperasi. Tapi yang direalisasi hanya 150 koperasi. Tahun ini, akan diusulkan lagi pembubaran koperasi yang tidak sehat.

“Sebab, salah satu unsur agar koperasi itu bisa sehat adalah pengawasan yang rutin dan intens. Kalau tidak ada pengawasan, maka koperasi akan berbuat semaunya sendiri,” kata Yayuk. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia