Rabu, 19 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Koreografer Sri Mulyani Diundang ke New Zealand

Ajak Pelajar Bule Menari Bersama di Wellington

14 Maret 2019, 15: 03: 23 WIB | editor : Wijayanto

KOMPAK: Sri Mulyani (tengah) bersama empat penari asuhannya saat tampil di Wellington, Selandia Baru, tahun lalu.

KOMPAK: Sri Mulyani (tengah) bersama empat penari asuhannya saat tampil di Wellington, Selandia Baru, tahun lalu. (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

Sri Mulyani kembali diundang ke Wellington, Selandia Baru. Koreografer senior Kota Delta itu dijadwalkan mengisi pekan budaya Indonesia di kampus Victoria University of Wellington pada 19-24 Maret 2019.

Lukman Alfarisi-Wartawan Radar Sidoarjo

"ALHAMDULILLAH, saya diberi kesempatan lagi untuk memperkenalkan seni budaya Indonesia di luar negeri," ujar Sri Mulyani.

Pada 12 Desember 2017 lalu, Sri bersama lima penari muda asuhannya di Sanggar Mulyo Joyo Enterprise Binaan Bank BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur juga diundang untuk unjuk kebolehan di Selandia Baru. Karena itu, dia mengaku lebih siap untuk menampikan tarian yang bisa diapresiasi audiens di Selandia Baru.

Sri mengaku terkesan dengan apresiasi publik Kota Wellington terhadap seni budaya Nusantara. Di Wellington, misalnya, terdapat banyak mahasiswa atau anak muda setempat yang aktif di grup musik gamelan. Nah, kelompok gamelan bule inilah yang akan mengiringi Sri Mulyani dan anak asuhnya unjuk kebolehan menari. "Kami berkolaborasi dengan Padang Moncar Gamelan Group dan New Zealand  School of Music (NZSM)," katanya.

Perempuan yang telah banyak menciptakan karya tari kreasi baru berlatar budaya Sidoarjo ini juga bakal memberikan workshop seni tari ke beberapa sekolah di Selandia Baru. Sri sudah menyiapkan beberapa tarian yang akan diajarkan kepada para remaja setempat. Khususnya teknik dasar gerakan tari Jawa Timuran. "Pengalaman sebelumnya, mereka sangat antusias belajar tari-tarian Indonesia. Mereka juga aktif bertanya," katanya.

Sri Mulyani sendiri sudah sering melanglang ke berbagai negara untuk mengisi sejumlah festival kesenian. Di antaranya, di Prancis, Australia, dan Selandia Baru. Karena itu, dia mengaku tidak terlalu sulit membaca selera dan karakter penonton Barat.

"Tampil di depan orang Indonesia dan di depan orang asing itu sebenarnya tidak ada perbedaan. Hanya saja, mereka  semua (orang Barat) sangat antusias dan menyaksikan pertunjukan dengan saksama," katanya.

Bukan itu saja. Respons para penonton di luar negeri sangat meriah. Setelah para penari unjuk kebolehan di atas panggung, penonton melakukan standing ovation. "Mereka semua bertepuk tangan sangat lama. Seakan tidak berhenti," tutur Sri Mulyani. (far/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia