Kamis, 12 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Simulasi Pengamanan Jelang Kampanye Terbuka

Ribuan Warga ‘Serbu’ KPU Minta Pemilu Diulang

14 Maret 2019, 14: 57: 13 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI: Polisi membubarkan aksi unjuk rasa ‘massa’ yang ricuh saat simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Alun-Alun Sidoarjo.

ANTISIPASI: Polisi membubarkan aksi unjuk rasa ‘massa’ yang ricuh saat simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Alun-Alun Sidoarjo. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Proses pemilihan umum (Pemilu) 2019 di Sidoarjo benar-benar diuji. Gangguan keamanan hampir terjadi di semua tahapan. Berawal dari masa kampanye, masa tenang, penghadangan pendistribusian kotak dan surat suara, pemungutan suara hingga perhitungan suara.

Semuanya diuji dengan skala gangguan yang bervariasi. Mulai dari warga yang mencoblos ulang hingga ribuan massa yang menyerbu kantor KPU Sidoarjo. Mereka mensinyalir terdapat kecurangan saat perhitungan suara.

Tak mudah memang mengendalikan ribuan massa yang kecewa. Kerumunan warga pun sempat beringas dan membuat rusuh di kantor KPU Sidoarjo. Semprotan air dari water cannon hingga gas air mata dilepaskan oleh polisi. Berkat kesigapan dan koordinasi aparat yang tepat di lapangan, kerusuhan bisa teratasi.

Itulah gambaran Geladi Lapang Sispam Kota dalam rangka kesiapan pengamanan Pemilu 2019 di Sidoarjo yang digelar di Jalan Sultan Agung, depan Masjid Agung Sidoarjo. Simulasi diikuti 700 personel dan disaksikan Bupati Saiful Ilah dan jajaran forkopimda, Rabu (13/3).

“Geladi ini bertujuan mengecek kesiapan Polresta Sidoarjo untuk menghadapi situasi apa pun. Termasuk situasi yang rawan saat pelaksanaan pemilu. Titik rawan terletak saat perhitungan suara dan setelahnya,” ujar Kapolresta Sidoarjo Zain Dwi Nugroho.

Simulasi pengamanan ini didukung instansi terkait seperti Satuan Brimob, TNI, Satpol PP, Dishub, dan Linmas. Seperti diketahui, pada 24 Maret 2019 nanti mulai dilaksanakan kampanye terbuka dan memasuki masa tenang pada 13-16 April 2019. Sedangkan pemungutan suara digelar pada Rabu, 17 April 2019.

Zain mengatakan, ada beberapa situasi yang mulai meningkat khususnya menghadapi kampanye terbuka. “Kita telah siap menghadapi situasi apa pun. Personel kita juga telah siap,” ujar Zain.

Bupati Saiful Ilah mengapresiasi kegiatan yang digelar untuk pengamanan Pemilu 2019 ini. “Simulasi ini bertujuan mengantisipasi gangguan yang mungkin nanti terjadi. Ini bagus sekali. Forkopimda sangat mendukung,“ ujar Abah Ipul, panggilan akrab Bupati Saiful Ilah.

Meskipun telah diantisipasi, Abah Ipul berharap kondisi Kota Delta saat coblosan nanti berlangsung aman dan damai. Total ada 5.600 tempat pemungutan suara (TPS), termasuk TPS khusus seperti di lembaga pemasyarakatan (lapas), rumah sakit, dan pengungsian di Puspa Agro, Jemundo, Taman. (sat/rek)

(sb/sat/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia