Selasa, 23 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Wabup Dukung Bangun Overpass Atasi Kemacetan di Gedangan

14 Maret 2019, 14: 02: 08 WIB | editor : Wijayanto

MACET RUTIN: Polisi mengatur arus lalin di Jalan Raya Gedangan.

MACET RUTIN: Polisi mengatur arus lalin di Jalan Raya Gedangan. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin sangat mendukung rencana pembangunan jembatan layang atau overpass di perempatan Gedangan dan di Bundaran Aloha.

Wabup yang akrab disapa Cak Nur ini ingin persoalan kemacetan di Gedangan selama bertahun-tahun ini bisa segera diatasi.

Cak Nur mengaku mendapat informasi bahwa Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air bersama Balai Besar Jalan Nasional telah mengadakan rapat untuk membahas masalah pembangunan flyover di perempatan Gedangan. “Kami harap pembahasan program nasional tersebut bisa jalan dan segera dimatangkan. Ini solusi yang bagus dan signifikan,” katanya kemarin.

Sinergi dengan pemerintah pusat, menurut politisi PKB itu, sangat bagus. Nantinya ada pembagian tanggung jawab yang jelas, mana daerah dan mana pusat. “Karena program nasional ini sinergi antara daerah dan pusat. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Bila flyover di simpang empat Gedangan tersebut bisa direalisasi, dia yakin kemacetan lalu lintas di Gedangan bisa terurai. Ini juga akan berdampak positif pada masalah transportasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Apalagi Kabupaten Sidoarjo memiliki banyak industri besar, menengah, dan kecil. “Kalau sering terjebak kemacetan lalu lintas, pelaku ekonomi bisa rugi. Kalau lancar, urusan bisnis juga jadi lancar, hemat waktu, dan efisien,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Sunarti Setyaningsih mengakui keberadaan flyover sangat dibutuhkan di Jalan Raya Gedangan. Sebab, volume di jalur utama itu sangat tinggi volume dan tonasenya. Karena itu, Pemkab Sidoarjo sudah lama menginginkan adanya flyover di simpang empat Gedangan.

Rekayasa lalu lintas sejauh ini sudah tidak memungkinkan untuk memecah kepadatan lalu lintas di sana. “Di wilayah Gedangan itu banyak industri. Di jam-jam sibuk pasti terjadi kepadatan. Memang butuh flyover,” ujar Sunarti.

Dinas PU BMSDA Sidoarjo sudah mengusulkan anggaran pembebasan lahan untuk tahun 2020. Itu pun kalau disetujui masuk dalam APBD. Sunarti mengatakan, pihaknya mengusulkan dana Rp 50 milliar untuk pembebasan dan pelebaran jalan. Saat ini pemkab belum tahu detail rencana Detail Engineering Design (DED) yang disusun BBPJN VIII.

Wanita yang akrab disapa Naning ini menambahkan, selama ini dinasnya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk melakukan rekayasa lalu lintas di wilayah Gedangan. Juga berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo untuk membantu mengurai kemacetan saat berangkat dan pulang kerja. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia