Sabtu, 25 May 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Kebut Perekaman e-KTP, Pelayanan Tak Libur Buka Hingga Pukul 24.00

14 Maret 2019, 13: 41: 11 WIB | editor : Wijayanto

FULL TIME: Petugas melakukan perekaman elektronik KTP di kantor UPTSA Siola, Surabaya.

FULL TIME: Petugas melakukan perekaman elektronik KTP di kantor UPTSA Siola, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dipendukcapil) mengoptimalkan percepatan pelayanan perekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (e KTP) bagi warga Surabaya. Mulai 14 hingga 31 Maret 2019, warga Surabaya bisa mengakses dan mendapatkan pelayanan rekam e-KTP di Kantor Siola mulai pukul 07.30 WIB hingga 24.00 WIB.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), diketahui masih ada warga Surabaya yang belum melakukan perekaman e-KTP. Oleh karena itu, melalui program tersebut, ia berharap masyarakat yang belum melakukan perekaman bisa dapat segera mengurus.

“Kita mempersilahkan seluruh warga kota yang belum melakukan perekaman untuk datang merekamkan dirinya ke Siola,” kata Agus Imam Sonhaji.

Layanan percepatan rekam e-KTP tersebut, lanjut dia, nantinya akan bertempat di sisi barat depan Museum, Siola, Surabaya). Bahkan dalam percepatan ini, Dispendukcapil akan membuka layanan tersebut meski dihari libur. “Termasuk hari Sabtu dan Minggu kita tetap buka, jadi tidak ada libur,” tegasnya.

Agar program percepatan e-KTP di Surabaya segera tuntas, pihaknya juga mempunyai program Jemput Bola (Jebol). Masyarakat Surabaya yang termasuk dalam kategori lansia maupun disabilitas dan belum melakukan perekaman e-KTP, akan didatangi oleh petugas ke rumahnya.

“Kami juga membuat program Jemput Bola (Jebol,Red), kami turun ke wilayah yang akan didata oleh Lurah. Untuk lansia dan disabilitas nanti kami akan mobile bergerak turun mulai tanggal 14 - 31 Maret 2019,” imbuhnya.

Berdasarkan data SIAK, per tanggal 5 Maret 2019, jumlah warga Surabaya yang belum melakukan perekaman e-KTP mencapai 98 ribu orang. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah jumlah tersebut sesuai dengan data yang ada di lapangan. Sebab data penduduk itu sifatnya dinamis dan bisa berubah-ubah setiap saat. “Karena data itu bergerak tiap hari, ada yang datang dan pindah,” jelasnya.

Sementara untuk jumlah kebutuhan blangko e-KTP, Agus memastikan jika saat ini kebutuhan blangko tersebut dinilai aman. Ia mengaku setiap Minggu kebutuhan blangko e-KTP akan disupply oleh pusat. “Untuk blangko, setiap minggu akan disupply terus oleh pusat. Dulu rata-rata 15 ribuan perminggu,” terangnya.

Ia menambahkan agar proses perekaman e-KTP di Surabaya bisa segera rampung, pihaknya telah menyiapkan 12 hingga 14 alat rekam yang akan stay di Gedung Siola. Sementara untuk sisanya, enam hingga tujuh alat, akan dioptimalkan untuk mobile.

Ia mengaku dalam tiap hari, warga yang melakukan perekaman E-KTP sekitar 300 – 400 orang. Namun jika program ini berjalan, diharapkan bisa sepuluh kali lipatnya. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia