Senin, 22 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Yakin 60 Bozem yang Dibangun Mampu Atasi Banjir

13 Maret 2019, 17: 45: 34 WIB | editor : Wijayanto

TERBESAR: Foto udara Bozem Morokrembangan tempat penampungan air hujan dan sebagai cadangan air.

TERBESAR: Foto udara Bozem Morokrembangan tempat penampungan air hujan dan sebagai cadangan air. (NET)

Share this      

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sejak dipimpin oleh Wali Kota Tri Rismaharini selama dua periode, telah membangun sebanyak 60 bozem atau waduk buatan di Kota Surabaya. Pembangunan bozem ini diyakini bisa mengatasi banjir di Kota Pahlawan. 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengungkapkan, bozem ini mampu memperbaiki kualitas air yang tadinya keruh berwarna coklat menjadi bening. Dalam hal ini, Risma juga bekerja sama dengan PDAM Kota Surabaya untuk membuat bozem tersebut.

“Sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu kalau musim kemarau, air di Surabaya itu warnanya kuning dan coklat. Sementara kita gak punya debit air, sehingga bahan baku air kualitasnya jelek. Air keruh dan sedikit jumlahnya, tapi kalau ketambahan air hujan, dia jauh lebih baik,” ujar Tri Rismaharini.

Selama masa kepemimpinannya sebagai wali kota, di dua periode hingga saat ini, dalam setahun mampu membangun lima hingga enam bozem sekaligus. Bahkan, Risma mengakui, pernah membuat delapan kolam penampungan. 

Perlu di ketahui, pada tahun 2018 lalu Risma juga telah membangun tujuh bozem yang terletak di kawasan Surabaya barat. Diantaranya adalah terletak di Kebraon, Telogo Tanjung Bangkingan, Waduk Banpur Karang Pilang, Simo Hilir, Lempung Perdana, Manukan Tirto, dan Yono Sewojo. 

“Jadi bozem itu untuk tandon air kita. PDAM Surya Sembada sudah melayani 98 persen pelanggan, tercatat paling tinggi di Indonesia pelayanan kita. Jadi prosesnya itu, PDAM bisa mengambil air itu tadi melalui resapan tanah. Otomatis air meresap dan bisa digunakan, kalau melalui proses tersebut, air kita terbukti bening,” ungkapnya.

Saat ini Pemkot Surabaya masih terus melanjutkan pembangunan bozem. Risma mengaku, sedang menambah dua bozem  di kawasan Karang Pilang, Kebraon, dan Bundaran Pakuwon Trade Center (PTC) sebesar 1 hektar atau 10 ribu meter pepersegi.

 “Sekarang kita punya tampungan air lebih banyak sehingga kemarau pun air kita gak bakalan habis, bisa ambil dari situ. Kita sampaikan ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kalau mau selamat kita harus menyelamatkan diri kita sendiri. Begitu caranya, kita gak kebanjiran saat hujan, dan tidak kekeringan saat kemarau," pungkasnya. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia