Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Terjadi, Musim Kemarau Tiba Akhir April

13 Maret 2019, 16: 48: 33 WIB | editor : Wijayanto

PREDIKSI: Shanas Prayuda menunjukkan peta prakiraan musim kemarau tahun 2019.

PREDIKSI: Shanas Prayuda menunjukkan peta prakiraan musim kemarau tahun 2019. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan musim kemarau di Jawa Timur akan terjadi secara bervariasi. Kebanyakan pada akhir April dan pekan pertama bulan Mei.

Kendati sudah melewati puncak musim hujan, pada akhir Februari lalu, hujan masih akan terjadi di Sidoarjo dan sekitarnya. “Intensitasn hujan akan terus menyusut setiap bulannya hingga masuk kemarau,” kata Shanas Prayuda, prakirawan BMKG Juanda.

Shanas menyebut pada Maret ini curah hujan yang intensif terjadi di dataran tinggi. Angin kencang juga diperkirakan terjadi di kawasan tersebut. “Karena kalau hujan lebat itu biasanya dibarengi dengan awan cumulonimbus. Anginnya juga beriringan,” terangnya.

Selain itu, pada 8-14 Maret ini BMKG meminta masyarakat untuk waspada terhadap fenomena Madden Julian Oscillation (MJO). Hal itu menyebabkan terjadinya curah hujan tinggi akibat gelombang atmosfer yang tumbuh di Samudera Hindia. “Arah pergerakannya menuju ke arah timur, dan sampai di Indonesia pada 8-14 Maret ini,” tambahnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap peralihan musim yang akan terjadi pada akhir Maret dan April. Sebab, menurut Shanas, cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, hujan es, hujan lebat, dan sambaran petir diperkirakan masih akan terjadi.

“Saat peralihan musim itu, cuacanya cenderung sporadis,” pungkasnya. (far/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia