Senin, 22 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Keluhan Jalan Rusak Tak Ditanggapi, Warga Tanam Pohon Pisang

13 Maret 2019, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

PROTES: Warga tanami pohon pisang Jalan Raya Desa Petiken, Driyorejo yang rusak parah dan berlubang.

PROTES: Warga tanami pohon pisang Jalan Raya Desa Petiken, Driyorejo yang rusak parah dan berlubang. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Sebulan terakhir, sejumlah ruas jalan di Kabupaten Gresik mengalami kerusakan. Berbagai protes dan keluhan disampaikan warga ke pemerintah. Tidak hanya pengaduan, mereka yang kecewa terpaksa menanam pohon di jalan yang berlubang.

Berdasarkan pengamatan, kerusakan jalan yang lumayan parah terlihat di Jalan Raya Sembayat Manyar, Jalan Kabupaten di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng. Kemudian ruas Jalan Raya Kedamean. Serta Jalan Raya Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo.

Sejauh ini Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik belum melakukan pembenahan. Mereka hanya bisa melakukan penambalan di beberapa bagian yang rusak oleh tim URC Bina Marga. Sementara untuk perbaikan dan peningkatan jalan belum ada tindakan.

Lambannya penanganan itu membuat sebagian warga tak sabar dan kecewa. Mereka lantas menanam pohon pisang di lokasi jalan rusak. Ini yang dilakukan oleh warga Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo.

Kerusakan di Jalan Petiken lumayan parah karena kedalaman jalan berlubang mencapai 30 Cm. Beberapa kali pengendara terjebak dan menjadi korban kecelakaan akibat jalan berlubang ini. Untuk menghindari korban susulan, warga membuat peringatan dari batang pohon pisang. 

Sedikitnya ada tiga pohon pisang yang ditanam tepat di sepanjang jalan rusak tersebut. Masing-masing pisang diberikan pelindung ban bekas mobil. Tujuanya pohon pisang yang sengaja ditanam atas aksi protes tersebut tidak mudah roboh ketika dilintasi kendaraan. 

“Kami tidak akan cabut pisangnya sebelum ada perbaikan jalan,” ungkap Samuji, 48, warga Desa Petiken yang memprotes kerusakan jalan. 

Disebutkan, kerusakan jalan itu sepanjang 500 meter. Selain banyak lubang, kondisi hujan mengakibatkan jalan mudah licin. Sehingga mengakibatkan pengendera terperosok jatuh.

Menurutnya, sudah ada puluhan pengendara motor yang jatuh dengan sendirinya karena tidak bisa menghindari jalan berlubang. 

“Ditambah ketika hujan tiba semua jalan dipenuhi air sehingga seluit menghindari mana jalan yang rusak maupun tidak,” jelasnya. 

Ketua LSM FPSR Gresik Aris Gunawan mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan jalan. Setidaknya menambal jalan yang berlubang. Pihaknya tidak mau, jika jalan tersebut malah merugikan para pengendara. Apalagi laporan dari warga, sudah ada puluhan kecelakaan tunggal karena kerusakan jalan. 

Selanjutnya, jika tidak kunjung diperbaiki, pihaknya mengancam bakal menggalang massa aksi lebih banyak lagi. Bahkan dia mengaku sudah siap melakukan aski tutup jalan jika tuntutanya tidak diperbaiki.

“Kami bersama masyarakat akan melakukan penggalangan koin untuk perbaikan jalan rusak, jika pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) tidak memiliki anggaran perbaikan jalan Driyorejo menuju Lakarsanti,” tegasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Preservasi Jalan dan Jembatan DPUTR Gresik Femi Husada mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait jalan tersbut. Dia akan menerjukan tim untuk melakukan penangganan ringan. “Besok (hari ini) tim akan meluncur ke sana, dengan perbaikan sementara,” katanya. 

Kenapa perbaikan sementara, rencananya Jalan Raya Desa Petiken bakal mengikuti pryek peningkatan jalan. Melanjutkan proyek Jalan Raya Driyorejo. Saat ini prosesnya masih lelang, dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan total.(yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia