Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Curiga Wajah dan Kulit Anaknya Tak Mirip Bapaknya

13 Maret 2019, 01: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Witing tresno jalaran soko ngglibet bendino, juga terjadi pada pasangan Karin, 35 dan Donwori,58. Sayangnya, hubungan keduanya hanya bertahan selama satu tahun. Setelah tahu rupa anak yang blas gak mirip sama bapaknya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Karin dulunya adalah pembantu pulang pergi (PP) Donwori. Ia kemudian naik status menjadi istri sah, setahun lalu. Ia dinikahi karena timbul benih-benih perasaan di hati Donwori setelah berjumpa setiap hari. "Apalagi masakane enak, bikin tambah cinta," kata Donwori saat ditemui di kantor pengacara samping Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. 

Layaknya pasangan lain, pasangan beda usia dua dasawarsa ini juga saling kasmaran. Meski tak lagi muda, Donwori berasa bujang kembali dengan istri baru. Hingga kemudian Karin mengandung. 

Apakah Donwori bahagia? Tentu saja. Donwori sebenarnya tak menyangka bisa mendapat momongan, melihat usianya yang tak lagi muda. Namun tak disangka, rupanya ‘amunisinya’ masih tokcer tak termakan usia. 

Donwori mengaku sangat bersemangat karena memiliki momongan baru. Bahkan, kenangnya, ia setiap malam mengajak ngobrol calon jabang bayinya ini. Hingga kemudian ia dikecewakan habis-habisan setelah anaknya lahir. 

Sekitar dua-tiga bulan lalu lahir, Donwori menangkap sesuatu yang ganjil dengan anaknya. Anak sendiri, tapi wajah blas gak ada mirip-miripnya dengan bapaknya. Pun juga dengan kulit yang hitam, tak seperti bapaknya yang berkulit putih. Oh iya, Karin adalah perempuan asli Jawa, sementara Donwori adalah keturunan Cina peranakan. "Seenggake motoe lak sipit. Tapi iki areke enggak (sipit, Red) blas," jelas Donwori kemudian. 

Curiga kalau anak yang selama ini dikandung Karin bukan darah dagingnya, Donwori tanpa kata tanpa persetujuan langsung mengajukan cerai. Ia marah lah. Enggan menghidupi anak yang bukan darah dagingnya. 

Namun bukannya tindakan Donwori ini terhitung sembrono ya. Masih ingat pembelajaran biologi tentang hitung-hitungan gen, yang bisa jadi anak sama sekali tidak akan mirip ayahnya. Namun entahlah, Donwori terlalu ngotot untuk dipatahkan argumennya.

"Masalahe irunge barang gede. Irungku ambek Karin gak onok sing sak jambu ngunu iku," tukasnya memperkuat argumen. Lha, terus anake sopo lho? Sakno areke. Mosok anake jambu? (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia