Selasa, 20 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Terapkan Teknologi Informasi, Pemkot Surabaya Hemat Anggaran Rp 19 M

12 Maret 2019, 15: 56: 47 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mampu menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya dalam pengelolaan kertas hingga Rp 19 miliar karena digantikan dengan sistem pengelolaan Teknologi Informasi (TI). Pelayanan ini merupakan sarana penting untuk mendukung efisiensi pelayanan warga Surabaya. 

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, selama ini seluruh operasional yang ada di Pemkot Surabaya telah menggunakan TI atau e-government. Sehingga banyak layanan yang saat ini sudah paperless (tak menggunakan kertas, Red) karena digantikan dengan pemanfaatan teknologi, seperti melalui website atau aplikasi. Akan tetapi pemkot juga membutuhkan sistem keamanan teknologi yang lebih baik lagi. 

Meski pemkot telah menggunakan teknologi yang sudah canggih, tetapi Risma mengatakan harus tetap ditopang dan diimbangi dari sisi internal. “Tapi tetap pengamanan yang harus dilakukan adalah dari dekat (internal) dengan kita, karena jika pengamanan di tempat lain ada risiko kita juga harus membayar sewa,” jelasnya.

Sementara itu untuk anggaran sebesar Rp 19 miliar hasil penghematan memanfaatkan TI ini akan dikembalikan lagi untuk pelayanan masyarakat. “Karena itu sangat efisien kita menggunakan pengelolaan menggunakan teknologi informasi ini,” tegas Risma.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, jika infrastruktur TI di pemkot semakin besar dan sudah menerapkan e-government. Sehingga, hal-hal yang berbau kertas sudah semakin sedikit pemakaiannya dan masyarakat semakin paham. 

“Saya kira masyarakat pun semakin hari semakin melek digital. Dan menurut saya intensitasnya lebih ditingkatkan,” kata Adi.

Namun, ia juga mengingatkan kepada Pemkot Surabaya untuk menyusun peluang adanya kebobolan atau di-hack (diretas). “Jadi semakin penggunaan mekanisme digital pemerintahan itu selain kita menikmati kemudahan, tapi aspek keamanannya juga semakin ditingkatkan,” jelasnya. 

Menurutnya, dengan adanya sistem pengelolaan TI yang mengurangi penggunaan kertas, merupakan bekal yang sangat baik bagi warga Kota Surabaya untuk mengembangkan. “Bahkan tata kelola pemerintahan yang efisien, efektif, terbuka, murah, kemudian partisipatif,” ujar Adi. (aji/nur)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia