Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

RSUD Sidoarjo Overload, Pasien Terpaksa Ditampung di IGD

12 Maret 2019, 13: 37: 52 WIB | editor : Wijayanto

MEMBELUDAK: Wabup Nur Ahmad Syaifuddin (berpeci) didampingi Direktur RSUD dr. Atok Irawan (kanan) berdialog dengan pasien di IGD.

MEMBELUDAK: Wabup Nur Ahmad Syaifuddin (berpeci) didampingi Direktur RSUD dr. Atok Irawan (kanan) berdialog dengan pasien di IGD. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Pasien rawat inap di RSUD Sidoarjo membeludak. Total kapasitas 710 tempat tidur yang dimiliki rumah sakit tipe B tersebut penuh. Sebanyak 133 pasien terpaksa harus dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin meninjau kondisi IGD RSUD Sidoarjo, Senin (11/3) siang. Pejabat yang akrab disapa Cak Nur itu prihatin melihat membeludaknya pasien yang butuh perawatan intensif. Dia meminta para pasien bersabar untuk menunggu kosongnya tempat tidur di sejumlah kelas yang dimiliki RSUD. “Saya sudah perintahkan direksi RSUD untuk tidak menolak pasien meski sudah overload,” kata Nur Ahmad didampingi Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan.

Di IGD, kapasitas ruangan yang idealnya digunakan untuk 50 pasien, kemarin ditempati 133 pasien. Alias membengkak hampir tiga kali lipat. Pasien tersebut dirawat di IGD karena tidak kebagian kamar. Pihak RSUD harus menambah sejumlah tempat tidur dan logistik lain untuk menampung pasien.

Selain meninjau ruang IGD, Cak Nur ini juga melihat kondisi ruang High Care Unit (HCU). Pihak RSUD juga harus menempatkan 58 pasien yang overload di tempat perawatan lantai tiga tersebut. “Tidak masalah, pokoknya perawatannya tetap lancar sesuai kondisi pasien,” kata Cak Nur.

Dia mengungkapkan, kondisi membeludaknya pasien tersebut juga terjadi di sejumlah rumah sakit swasta lain di Kabupaten Sidoarjo. Karena itu, dirinya meminta agar semua pasien yang berobat di RSUD tetap harus dilayani dengan baik. “Jika mengharuskan dirawat untuk ngamar, ya jangan ditolak,” ujarnya.

Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan mengatakan, penambahan tempat tidur dan peralatan sudah diantisipasi oleh petugas medis di IGD. Pihaknya memang tidak bisa menolak pasien yang ingin berobat di RSUD. “Sebagai rumah sakit tipe B, jumlah kamar RSUD sudah banyak. Itu pun masih overload,” ucapnya.

Mantan Wakil Direktur Pelayanan ini akan terus memantau kondisi pasien yang dirawat di IGD maupun HCU. “Jika ada kamar yang sudah kosong akan langsung kita pindahkan,” pungkasnya. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia