Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Leher Dijerat Kabel, Driver Grab Diduga Jadi Korban Pembunuhan

12 Maret 2019, 10: 03: 43 WIB | editor : Wijayanto

OLAH TKP: Polisi sedang melakukan olah TKP terhadap jasad korban di rumahnya di Desa Kepatihan RT 01 RW 01, Kecamatan Menganti.

OLAH TKP: Polisi sedang melakukan olah TKP terhadap jasad korban di rumahnya di Desa Kepatihan RT 01 RW 01, Kecamatan Menganti. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Seorang driver taksi online, Andre, 21, warga Jalan Kupang Krajan III/42 RT 07 RW 03 Surabaya ditemukan mati tidak wajar. Dugaan sementara, Andre menjadi korban tindak pidana pembunuhan. Mayat korban ditemukan di sebuah rumah milik ibunya di Desa Kepatihan RT 01 RW 01 Kecamatan Menganti.

Dugaan itu muncul setelah ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan di wajah korban. Bahkan saat ditemukan, leher korban terdapat lilitan kabel headset yang masih menempel. Saat ini Satreskrim Polres Gresik tengah melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Selain mengungkap penyebab kematian korban, polisi juga berusaha melacak keberadaan sepeda motor Honda Vario milik Andre yang raib. "Ada dugaan korban dibunuh kemudian seped motornya dibawa kabur oleh pelaku," jelas salahsatu penyidik kepolisian.

Adalah Ifa, 46,  warga Desa Kepatihan, RT 01 yang pertama kali menemukan korban. Korban ditemukan tergeletak di dalam kamar di rumah ibunya yang masih bertetangga dengan Ifa.

Senin pagi (11/3) sekitar pukul 07.10, Ifa dihubungi Sulidariyani, 46, ibu korban untuk menengok rumahnya. Kepada Ifa, ibu korban juga berpesan untuk memastikan apakah Andre ada di rumahnya atau tidak.

"Saya dihubungi oleh ibu Andre melalui pesan whatssapp, Senin (11/3) pagi. Dia berpesan untuk melihat anaknya di rumah ada atau tidak. Sebab, Andre tidak pulang ke Surabaya sejak dua hari," ujar Ifa kepada wartawan.

Setelah menerima pesan itu, Ifa mendatangi rumah ibu korban yang hanya berjarak 4 rumah sekitar pukul 08.30. Ketika tiba di depan rumah, Ifa curiga. Sebab, pintu rumah korban sudah terbuka.

“Saat melihat pintu depan sudah terbuka saya kembali lagi ke rumah dan sempat melihat Mas Andre tidur di kamarnya. Namun, tidak berani masuk lalu memberitahu ke ibunya rumahnya sepi,” tuturnya.

Khawatir terjadi sesuatu, Ifa kemudian menghubungi Faizal, 29, tetangganya. Faizal bersama Ifa lantas masuk ke dalam rumah. Kecurigaan Faizal akhirnya menjadi kenyataan. Sebab, saat itu rumah korban pintunya terbuka, kemudian lampu serta kipas angin di ruangan tamu juga menyala. “Saat dilihat bersama warga posisi korban terlentang di ruang kamarnya,” ungkap Faisal.

Mengetahui ada warga yang meninggal tidak wajar, Faisal melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Menganti sekitar pukul 09.45. Mendapat laporan dari warga, polisi dari Polsek Menganti dan Satreskrim Polres Gresik mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). 

Setelah memeriksa saksi-saksi, dan melakukan olah TKP serta identifikasi korban. Polisi selanjutnya mengevakuasi korban. Sedangkan rumah korban diberi garis police line untuk memudahkan pemeriksaan.

Faisal menambahkan, Andre adalah warga pendatang di Desa Kepatihan. Kendati demikian, korban sangat mudah bergaul dengan siapapun. Terutama teman-temannya dari luar.

“Sebelum ditemukan tidak bernyawa saya curiga. Mobil Daihatsu Sigra merah nopol L 1182 XF. Diparkir di depan biasanya tidak begitu. Sebab, korban berprofesi sebagai taksi online,” ujarnya.

Terkait dengan kasus ini Kasatreskrim Polres Gresik AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, pihaknya sampai sekarang masih melakukan penyelidikan apa ada unsur dugaan pembunuhan atau bukan. “Kami mohon waktu karena masih dalam proses penyelidikan,” ujar AKP Andaru.

Hal senada disampaikan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro. Menurutnya, Unit Identifikasi Satreskrim dan Unit Pidum masih melakukan penyelidikan. Dia belum bisa memastikan apakah korban meninggal bunuh diri atau dibunuh.

"Saat ini anggota kami masih melakukan penyelidikan. Secepatnya akan kami informasikan jika sudah ada titik terang dari hasil pemeriksaan," jelas AKBP Wahyu S Bintoro. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia