Senin, 16 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Langit Senja Harumkan SMADORS di Kancah Musik Nasional

11 Maret 2019, 19: 42: 02 WIB | editor : Wijayanto

PERSONEL LENGKAP: Langit Senja yang diawaki oleh Rageena (vokalis), Hakim (Gitar), Christian (drum), Rico (bass) dan Aaron (Keyboard) bersama Euis Rah

PERSONEL LENGKAP: Langit Senja yang diawaki oleh Rageena (vokalis), Hakim (Gitar), Christian (drum), Rico (bass) dan Aaron (Keyboard) bersama Euis Rahmawati S.Pd, M.Si (kanan) sebagai pembina ekskul band di SMADORS. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Langit Senja berhasil membawa nama harum sma Dr Soetomo (SMADORS) Surabaya ke kancah nasional. Grup band yang diawaki para siswa SMADORS ini berhasil menjuarai festival band nasional Pucuk Cool Jam 2019 yang digelar oleh Teh Pucuk Harum di Lapangan PPI Pussenif Bandung, Sabtu (9/3).

Atas kemenangan ini, para guru dan pembina merasa bangga dengan grup band yang sudah terbentuk selama dua tahun itu. “Kami selaku pembina merasa bangga dengan kemenangan band SMA Dr Soetomo ini di ajang Pucuk Cool Jam 2019. Ke depan, semoga bisa berprestasi lebih baik lagi di tingkat nasional,” kata Wakasek Humas Drs Prapto Hayatanto SH MSi, Senin (11/3).

Menurut dia, anak-anak sudah rutin latihan sejak dua tahun lalu. Mereka dibina dengan mendatangkan pelatih khusus dari luar dan latihan dilakukan tiap ekstrakurikuler. “Anak-anak ini dikelompokkan yang bisa ngebass, melody, dan vocal dengan pelatih khusus masing-masing,” katanya.

Kemudian, mereka dibentuk menjadi grup dan dilatih khusus sehingga hasilnya bisa berprestasi. “Mereka ini gabungan dari kelas 10, 11 dan kelas 12. Kami sekarang juga persiapkan generasi-generasi penerus untuk kesinambungan prestasi grup band kebanggaan sekolah ini,” ujarnya.

Langit Senja diawaki oleh Rageena (vokalis), Hakim (Gitar), Christian (drum), Rico (bass) dan Aaron (Keyboard). Dalam penampilan di Pucuk Cool Jam 2019 tersebut, mereka membawakan dua lagu, yakni “Ceritaku dan Mimpi” dan “Matahari.” Dua lagu ini berhasil menarik perhatian dewan juri hingga mengganjar mereka dengan tropi sebagai juara I dan hadiah uang sebesar Rp 10 juta.

Langit Senja yang mengusung genre pop alternative dibentuk pada tahun 2016. Nama grup band ini diambil berawal dari indahnya langit senja yang datangnya hanya sesaat namun kehadirannya akan selalu dinantikan kembali. “Seperti kehadiran band kami,” ucap Rico, leader grup.

Rico mengatakan senang dan bangga bisa menjadi pemenang dalam ajang festival pentas seni dan kreativitas yang memfasilitasi potensi, minat dan talenta insan muda yang kreatif di bidang seni. "Ini membuktikan bahwa band dari Surabaya tidak kalah dengan band dari kota-kota lain," ujarnya.

Kesuksesan Langit Senja seakan membayar semua perjuangannya selama ini yang terus berlatih tak kenal lelah, bahkan terkadang harus mengorbankan waktu belajar untuk bermain musik.

Atas kemenangan ini, Prapto Hayatanto berpesan kepada orang tua agar mendukung bakat-bakat terpendam anaknya supaya bisa berprestasi membawa nama harum keluarga dan sekolah.

“Dukungan itu dalam arti memberi kesempatan mereka berlatih lebih giat. Sebab tidak semua punya bakat seperti ini. Ini bakat khusus yang dimiliki anak-anak dan orang tua harus bangga agar mereka bisa berkembang secara maksimal,” paparnya. (her/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia