Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Pusat Kuliner Gajah Mada Sepi, Wabup Siap Evaluasi Total

09 Maret 2019, 12: 44: 05 WIB | editor : Wijayanto

PERLU SOLUSI: Pusat kuliner di Jalan Gajah Mada Sidoarjo yang dikeluhkan pedagang karena sepi pembeli.

PERLU SOLUSI: Pusat kuliner di Jalan Gajah Mada Sidoarjo yang dikeluhkan pedagang karena sepi pembeli. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Pusat kuliner di Jalan Gajah Mada sepi pengunjung. Sejak diresmikan pada 9 Januari lalu, jumlah pembeli makanan dan minuman di area kuliner itu anjlok jauh dibandingkan sebelum ratusan pedagang kaki lima (PKL) direlokasi ke lahan bekas sekolah Tionghoa itu.

Sejumlah pedagang mengeluh karena pendapatannya jauh menurun dibandingkan saat berjualan di pinggir jalan. Tidak hanya siang hari, pada malam hari pun jumlah pengunjung tidak terlalu banyak.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin mengakui sudah menerima laporan terkait sepinya pengunjung di pusat kuliner tersebut. “Kita akan evaluasi bagaimana buat pedagang betah berjualan di sana,” katanya.

Di bangunan dua lantai tersebut sudah tertata pedagang dengan rombongnya masing-masing. Dari 85 pedagang yang menempati gedung itu, 68 pedagang adalah penjual makanan dan minuman. Sisanya 17 orang adalah pedagang martabak.

Wabup yang akrab Cak Nur itu mengungkapkan, pusat kuliner itu akan dievaluasi secara bertahap. Agar para eks PKL itu tidak kembali lagi ke jalan raya. Di antaranya, pembuatan event di pusat kuliner yang dibangun dengan APBD Sidoarjo tersebut. “Kita cari cara nantinya harus dievaluasi,” jelasnya.

Mantan anggota DPRD Sidoarjo tersebut juga akan berkomunikasi dengan dinas terkait agar pusat kuliner untuk memberdayakan eks PKL itu bisa ramai. Harapannya, PKL yang sudah dipindahkan di gedung tersebut mendapatkan penghasilan yang banyak. “Niatnya kita menata agar dagangan bertambah laris,” terangnya.

Menurut Cak Nur, dari sisi lahan parkir, pusat kuliner itu sebenarnya sudah mencukupi. Sejumlah spot bangunan juga mendukung untuk digunakan nongkrong dan kongkow. “Jika masih sepi, kita akan cari tahu apa masalahnya,” pungkasnya. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia