Selasa, 18 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Features

MCR-ACT Jateng Fasilitasi Vina Berjuang Lawan Thalassemia

09 Maret 2019, 11: 10: 04 WIB | editor : Wijayanto

MCR-ACT Jateng Fasilitasi Vina Berjuang Lawan Thalassemia

(ISTIMEWA/ACT)

Share this      

BANYUMAS - Vina, gadis 10 tahun asal Purwokerto masih terus berjuang melawan thalassemia. Penerima manfaat program Mobile Social Rescue-Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah (MSR-ACT Jateng) itu kini kondisinya terlihat agak pucat dan lemas setelah pemeriksaan fisik oleh dokter, Sabtu (2/3) lalu.

Ia menderita penyakit kelainan darah yang menyebabkan tubuhnya tidak dapat memproduksi cukup hemoglobin atau sel darah merah di dalam tubuh. Kondisi tersebut menjadikan darah tidak dapat menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh secara normal.

Dr. Tri Setya Ningrum yang menangani Vina mengatakan, pasiennya itu mengalami thalassemia beta mayor. Penyakit itu menyebabkan pasien mengalami anemia sehingga harus rutin melakukan transfusi darah seumur hidup.

Ketika tim MSR-ACT Jateng mengunjungi kediamannya di Dusun Depok, Kelurahan Teluk, Purwokerto selatan, perut Vina masih tampak membuncit. “Perut membuncit ini memang kerap kali ditemui pada penderita thalassemia karena terjadi pembesaran organ limfa dan hati. InsyaAllah kami akan terus memantau perkembangannya,” kata dr. Tri Setya Ningrum.

(ISTIMEWA/ACT)

Menurut dokter yang juga relawan ACT tersebut, pembesaran limfa dan hati Vina sudah terlihat sejak tiga minggu yang lalu. “Hal ini dapat disebabkan karena proses penghancuran sel-sel darah merah abnormal semakin banyak, dan adanya timbunan besi di hati akibat transfusi berulang,” papar Tri Setya.

Anak keluarga tak mampu itu kini sudah mendapatkan bantuan transfusi darah gratis secara rutin melalui program MSR-ACT Jateng. Ia rutin transfusi darah setiap tiga minggu sekali. Untuk transfusi darah, Vina harus melakukan pemeriksaan kadar Hemoglobin (HB) lebih dulu.

Kepala Program ACT Jateng Giyanto menjelaskan, pengidap thalassemia membutuhkan asupan gizi yang lebih untuk memenuhi kualitas hidupnya. Karena itu, tim MRI-ACT Jateng senantiasa berikhtiar membantu mencukupi kebutuhan gizi Vina.

“Alhamdulillah berkat donasi yang diamanahkan masyarakat kepada ACT, kami akan terus melakukan pendampingan kesehatan kepada Vina dan memberikan bantuan kepada kedua orang tuanya,” kata Giyanto.

(ISTIMEWA/ACT)

Ia mengungkapkan, kondisi ekonomi keluarga Vina cukup memprihatinkan. Jangankan untuk berobat, untuk makan saja pas-pasan. Ayah Vina, Sutar, bekerja menjadi pembuat batu bata merah dengan penghasilan tak tentu. Sementara ibunya, Suwarni, menyambung kebutuhan ekonomi keluarga dengan menjadi asisten rumah tangga.

Karena itu, Giyanto senantiasa mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan sesama utamanya kepada anak-anak kurang beruntung seperti Vina. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan terbaik melalui program MSR-ACT Jateng.

Cerita tentang Vina yang sudah tiga tahun mengalami thalassemia kali pertama ditemui Tim MSR-ACT awal Januari 2019 lalu. Setelah pertemuan pertama itu, Tim MSR-ACT sepakat dengan keluarga Vina untuk membantu memberikan pendampingan selama masa pengobatan. Sebab karena kondisi thalassemia, Vina divonis harus rutin untuk melakukan transfusi darah seumur hidup. (act/jay)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia