Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Bawaslu Minta KPU Segera Coret Nama WNA di DPT

08 Maret 2019, 17: 53: 08 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPC)

Share this      

SURABAYA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur menyisir sejumlah daerah. Menyusul langkah Kementerian dalam negeri (Kemendagri) mencetak 1600 Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Warga Negara Asing (WNA). Sementara hasilnya, ditemukan 2 warga negara asing (WNA) yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). “Ada dua WNA di Gresik dan Trenggalek yang masuk dalam DPT,” kata Komisioner Bawaslu Jatim Aang Kunaifi.

Dijelaskan Aang, WNA Gresik berasal dari Pakistan. Sayangnya saat kita cek ke lokasi orang tersebut sudah pindah, tidak diketahui kemana. Sedangkan yang di Trenggalek masih melakukan pencermatan namanya masuk DPT atau tidak. “Yang pasti WNA ini sudah punya e-KTP. Umumnya WNA ini menikah dengan masyarakat setempat,” ujar Aang.

Aang berharap KPU memberi tanda pada nama WNA yang masuk DPT. Selanjutnya diminta dicoret. Dengan demikian WNA tersebut dipastikan tidak menerima formulir C6 dan tidak memilih pada pemilu 17 April mendatang. “Sebelum dicoret memang harusnya dilakukan pencermatan terlebih dulu,” jelasnya.

Dari Informasi yang diperoleh Radar Surabaya, Bawaslu Madiun menemukan 35 WNA yang tinggal di Madiun. Dari jumlah tersebut, 27 di antaranya memiliki e-KTP dan 3 lainnya masuk dalam dalam DPT. Dari 35 WNA yang tinggal dan berkegiatan di Kota Madiun, tujuh orang berkebangsaan Tiongkok, enam orang dari Yaman, tiga dari Malaysia, dan sisanya berasal dari Filipina, Belanda, dan Inggris. Tiga dari WNA yang masuk DPT tersebut terdiri dari satu orang berkebangsaan Malaysia dan dua orang lagi berasal dari Timur Tengah. Ketiganya terdaftar di TPS 7 Tawangrejo, TPS 15 Pandean, dan TPS 2 Pilangbango.

Sedangkan Bawaslu Kota Batu menemukan 80 WNA yang tinggal dan memiliki e-KTP kota wisata ini. Dari jumlah tersebut, dua diantaranya masuk dalam DPT. Saat ini dua WNA tersebut masih dilakukan verifikasi untuk mencari tahu darimana mendapatkan e-KTP.

Sementara itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim melakukan penyisiran e-KTP yang dimiliki WNA. KPU mengaku sudah mengantongi data-data WNA tersebut dan akan segera mencoret nama-nama tersebut dalam DPT. “Ada 9 wilayah di Jatim yang terdapat WNA,” ujar Komisioner komisioner KPU Jatim Nurul Amalia.

Nurul mengatakan syarat untuk bisa memilih tidak cukup hanya dengan memiliki e-KTP, namun juga harus Warga Negara Indonesia (WNI). Selain itu berusia 17 tahun, pernah menikah dan sudah menikah. “Jadi meskipun punya e-KTP kalau tidak WNI tidak bisa menggunakan hak pilih,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurul mengatakan selain berkoordinasi dengan pihak KPU di kota dan kabupaten. Pihaknya juga berkoordinasi dengan dispendukcapil (Dinas kependudukan dan catatan sipil). “Kami minta teman-teman untuk turun ke lapangan, koordinasi dengan dispendukcapil setempat untuk menanyakan terkait WNA,” pungkasnya. (mus/rtn)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia