Selasa, 23 Apr 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

Jelang Coblosan Pemilu, APK Kian Marak Bertebaran

08 Maret 2019, 14: 48: 54 WIB | editor : Wijayanto

TIDAK RAPI: Alat peraga kampanye (APK) di Porong yang dibiarkan miring.

TIDAK RAPI: Alat peraga kampanye (APK) di Porong yang dibiarkan miring. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO - Pemilu 2019 tinggal 40 hari lagi. Partai politik (parpol) peserta pemilu dan calon legislatif (caleg) semakin menggenjot pemasangan Alat peraga kampanye (APK) di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

Namun, pemasangan APK tersebut terkesan amburadul dan melanggar aturan. Banyak APK yang dipasang tidak sesuai dengan regulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di antaranya, APK yang dipaku di pohon, ditempel di pagar taman hingga di pasang di Penerangan Jalan Umum (PJU). 

Bahkan, banyak caleg nekat memasang APK nya di median jalan dengan ditempel di PJU. Kesemrawutan itu terlihat di berbagai kawasan Kota Delta. Mulai desa-desa pinggiran hingga tengah kota.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengakui sudah melakukan monitoring terhadap keberadaan APK-APK tersebut. “Memang ada banyak temuan pelanggaran APK dan akan kami tertibkan untuk APK yang melanggar,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo Haidar Munjid kemarin (7/3).

Dia mengungkapkan, penertiban rutin dilakukan setiap dua minggu sekali di 18 kecamatan. Namun, beberapa caleg memang masih nekat memasang kembali APK di tempat yang dilarang. “Tetap kita monitor. Setiap pengawasan kami minta laporan,” katanya.

Menurut Haidar, jelang coblosan berbagai upaya dilakukan parpol dan caleg untuk dikenal masyarakat. Salah satunya melalui APK. Namun, ada beberapa di antaranya yang melanggar aturan. “Pelanggaran itu yang akan jadi sorotan Bawaslu,” katanya.

Sejumlah aktivis lingkungan menyayangkan pemasangan APK di pohon-pohon peneduh. Meski sering diingatkan, para caleg dan simpatisannya memaku spanduk-spanduk di batang pohon. Hal ini membuat tanaman gampang rusak. “Kalau ada angin kencang gampang tumbang karena dalamnya keropos,” kata Suyanto.

Aktivis lingkungan asal Kecamatan Buduran ini mengaku sudah berkali-kali melakukan penertiban reklame dan APK yang dipaku di pohon. Namun, kemampuan para sukarelawan itu sangat terbatas. Sebab, wilayah Kabupaten Sidoarjo sangat luas. “Setelah reklame-reklame itu dicabut, besoknya muncul lagi di pohon,” katanya.

Suyanto berharap para caleg itu lebih sadar dan peduli kelestarian lingkungan. Sebab, mereka bakal menjadi wakil rakyat jika terpilih dalam pemilu pada 17 April mendatang. Seharusnya mereka menjadi teladan bagi masyarakat. (vga/rek) 

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia