Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Setelah Dukun, Kini Driyorejo Tergenang Air

08 Maret 2019, 13: 06: 38 WIB | editor : Wijayanto

TENGGELAM: Warga Desa Sumput mengevakuasi barang-barang yang ada di dalam rumah agar tidak terendam air.

TENGGELAM: Warga Desa Sumput mengevakuasi barang-barang yang ada di dalam rumah agar tidak terendam air. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Hujan deras dengan intensitas tinggi masih melanda Kabupaten Gresik. Akibatnya, sejumlah wilayah terus dilanda banjir. Yakni di Kecamatan Driyorejo dan di Kecamatan Dukun. Sejumlah desa terendam banjir lantaran saluran tidak bisa menampung debit air yang terus naik sejak Selasa (8/3) sore lalu.

Dari data yang dihimpun, untuk wilayah Driyorejo banjir paling para parah terjadi di Desa Sumput. Sejumlah rumah dan jalan terendam air hingga ketinggian 30 sentimeter. Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Kesamben Wetan. Banjir menggenangi akses jalan poros desa sepanjang 300 meter.

Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Dukun banjir terjadi di lima desa. Yakni, Desa Bangeran Geneng, Desa Gedong Kedo’an, Desa Bulangan, Dusun Kaliagung dan Desa Lowayu. Ketinggian air di lima tempat tersebut rata-rata mencapai 40 sentimeter dan menggenangi jalan desa serta sejumlah rumah.

 “Iya banjir sudah terjadi sejak Rabu sore dan sampai Kamis siang air masih belum surut,” ujar Achmad Syukur, warga Desa Sumput, kemarin.

Menurut dia, banjir di Desa Sumput menggenangi 5 RT. Dirinya sudah melaporkan hal ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik. “Sudah kami laporkan, kemarin tim BPBD juga sudah melakukan pendataan,” terangnya.

Ditambahkan, wilayah Sumput memang menjadi langganan banjir setiap kali hujan turun. Menurut dia, persoalan ini terjadi karena saluran air yang menyempit.

“Kami sudah beberapakali menyurati pemkab maupun provinsi. Tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjut,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gresik Dianne Hetty Widajatie mengatakan, pihaknya terus melakukan monitoring di daerah-daerah yang berpotensi terdampak.

“Kami juga berkoordinasi dengan BMKG Juanda untuk memantua kondisi cuaca wilayah Gresik dan melakukan pendataan korban banjir bersama aparat desa setempat,” imbuhnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia