Senin, 22 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Uji Coba Penyangga Cobek 1,5 Ton

Festival Rujak Uleg 2019 Siap Pecahkan 2 Rekor MURI

07 Maret 2019, 17: 24: 45 WIB | editor : Wijayanto

SIAP DIGELAR: Petugas menggunakan alat berat mengangkat cobek berukuran besar yang akan digunakan pada Festival Rujak Uleg di Tugu Pahlawan, Surabaya,

SIAP DIGELAR: Petugas menggunakan alat berat mengangkat cobek berukuran besar yang akan digunakan pada Festival Rujak Uleg di Tugu Pahlawan, Surabaya, Rabu (6/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Persiapan event tahunan Festival Rujak Uleg 2019 terus dimatangkan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya melakukan uji coba besi penyangga yang akan digunakan sebagai tumpuan cobek seberat 1,5 ton dengan diameter 2,5 meter yang akan digunakan untuk mengulek rujak.

Ujicoba besi penyangga ini dilakukan di halaman parkir timur Tugu Pahlawan, Rabu (6/3) siang yang melibatkan berbagai stakeholder. Di antaranya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) dan Disparta. 

Kepala Bidang Destinasi Wisata Disbudpar Kota Surabaya Ike Inayumiki menjelaskan, ukuran cobek kali ini akan memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) karena lebih besar dibanding dari tahun sebelumnya. 

“Ini penyangganya mampu menahan berat hingga 1,8 ton. Kami tahun ini akan meraih dua rekor MURI. Yang pertama cobek terbesar dan kedua jumlah peserta rujak uleg terbanyak. Karena peserta tahun ini mencapai 1.644 peserta,” jelas Ike, Rabu (6/3).

Rencananya, cobek tersebut akan diletakkan di tengah panggung utama Festival Rujak Uleg 2019. Menurut Ike, cobek berukuran raksasa itu diharapkan mampu menampung 250 porsi rujak beserta 20 orang pengulek rujak. 

“Jadi yang membuat beda dari tahun kemarin itu peletakan cobeknya. Dulu di samping bawah panggung, tahun ini di atas tengah. Nanti yang ngulek Bu Wali (Wali Kota Tri Rismaharini, Red) dengan tamu undangan lainnya ikut nguleg rujak bareng,” ujarnya.

Letak panggung yang akan digunakan pun juga berbeda. Tahun ini, panggung tersebut berada di persimpangan Jalan Songoyudan dan Jalan Slompretan. Penempatan tersebut atas permintaan dari Wali Kota Tri Rismaharini. Tujuannya agar semua masyarakat dapat menyaksikan pengulegan rujak dari berbagai sisi. 

Oleh karena itu, nanti akan dilakukan penutupan jalan mulai Sabtu (16/3) sore pukul 17.00 untuk pemasangan panggung dan cobek. Sehingga saat pelaksanaan pada Minggu (17/3) pukul 08.00, acara sudah siap dimulai,” tegasnya. (gin/jay) 

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia