Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Batal Pisah karena Anak Ragil Lengket dengan Ibunya

07 Maret 2019, 03: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Apapun akan dilakukan orang tua demi anak. Termasuk batal cerai sekalipun, meski kekesalannya sudah di ubun-ubun. Seperti yang dirasakan Donwori, 45, ini. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Di ruang tunggu kantor pengacara samping Pengadilan Agama (PA) Klas 1 Surabaya, awal pekan lalu. Donwori mengungkapkan kekesalannya. Urusan perceraian yang sudah separuh jalan ini, terpaksa harus ia tarik kembali.

Semua ia lakukan demi anak. "Anak mbarepku minta aku balikkan sama mamanya. Sampai ngancem-ngancem bunuh diri kalau gak dituruti. Lak aku wedi," ujarnya sedikit bersungut-sungut. 

Sebenarnya, sejak awal, perceraian itu tak direstui oleh kedua anak Donwori. Namun karena ditahan-tahan juga tetap tak tahan, akhirnya terjadilah perceraian itu. Donwori bahkan rela sewa pengacara agar prosesnya berjalan cepat. 

Namun di tengah jalan, rupanya proses perceraian itu harus terhenti. Anak kedua Donwori, yang masih TK, menunjukan perubahan perilaku. Yang dulunya ceria, berubah jadi pemurung. Dan jika ada hal yang tak sesuai keinginan, bocah yang masih kecil itu jadi sering marah-marah.

"Kalau malam, aku sampek pusing. Soale  nangis terus nggoleki mamae," jelasnya. Bahkan belakangan, si anak keduanya ini tak mau sekolah. Kalau kata saudara-saudara Donwori, anak ini kangen dengan ibunya. 

Menangkap tanda tanya yang tergambar jelas di wajah Radar Surabaya, Donwori buru-buru melanjutkan ceritanya. Donwori memang memaksa Karin agar hak asuh anak, ia urus semua. Ia tak yakin Karin bisa memberikan kehidupan layak kepada anaknya. Karena bisa dikatakan, Karin hanyalah ibu rumah tangga biasa.

Sempat, Donwori ini mengantarkan bayinya ke ibunya. Namun kejadian yang sama, juga terulang. Saat malam, si anak ini menangis mencari bapaknya. Begitu setiap hari. Donwori bercerita, kedua anaknya memang dekat dengan ayah maupun mamanya, dengan porsi yang sama.

Melihat adiknya yang menderita seperti itulah, yang mendorong anak pertama Donwori memaksa ayahnya menarik gugatan cerainya. Meski sempat bimbang, akhirnya ia pun berdiskusi dengan Karin, dan memutuskan untuk balikkan. 

Sebenarnya  Donwori ini sudah tidak ada niatan untuk berdamai dengan Karin. Namun demi anak, ia rela mengalah. Setidaknya setelah keduanya mengerti kalau bapak ibunya sudah tak bisa bersama lagi. 

Kekesalan Donwori kepada mantan calon jandanya (hayo bingung gak bacanya) ini beralasan. Ia kesal, sudah beranak dua juga, Karin masih suka selingkuh. Dihukum seperti apapun, Karin juga tak jera. Tak dijatah pernah, dipukul pernah, diusir dari rumah pun pernah. Tapi Karin menter, tetap suka selingkuh sana sini. Hingga Donwori jengkel dan menjatuhkan talak itu.

"Buat apa punya istri gak bisa jaga diri. Wong seperti itu kok ya lengket banget anak-anak ke mamanya," tukas pria brewokan ini kesal. Sabar Mas Wori. Perempuan itu memang belum tentu bisa menjadi ibu sekaligus istri yang baik. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia