Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Penjual Nasi Pakai Penglaris Sabu, Digerebek Sembunyi di Kandang Ayam

06 Maret 2019, 18: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Tersangka Yusuf bersama barang bukti satu poket SS diamankan polisi.

DIAMANKAN: Tersangka Yusuf bersama barang bukti satu poket SS diamankan polisi. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Meracik bumbu masak sambil menikmati sabu-sabu (SS) gagal dilakukan Yusuf, 33. Pasalnya, pria yang tinggal di Jalan Sidonipah IV Surabaya ini keburu ditangkap polisi. Bahkan untuk menghindari kejaran polisi, penjual nasi ini sempat sembunyi di kandang ayam dekat rumahnya.

Resep rahasia membuat bumbu nikmat Yusuf terbongkar setelah ia tertangkap polisi, Selasa (26/2). Dia ditangkap tidak jauh dari rumahnya usai membeli sabu di kawasan Jalan Kunti. Yusuf diketahui sering melakukan transaksi sabu yang membuatnya segera menjadi target operasi polisi.

"Kami sudah intai tersangka. Sebelumnya, kami mendapatkan informasi jika tersangka sering bertransaksi di Jalan Kunti," ungkap Kapolsek Simokerto, Kompol Masdawati Saragih, Rabu (6/3).

Meski sudah dikuntit, namun menurut Masdawati, proses penangkapan Yusuf tak mudah.  Sebab, pihaknya sempat diajak bemain "kucing-kucingan" hingga membuat polisi keringatan sekaligus geregetan.

Yusuf sempat kabur dan lolos bersembunyi di gang-gang dekat rumahnya. Ia bahkan juga sempat sembunyi di kandang ayam milik tetangganya. Meski demikian, berkat bantuan warga sekitar, akhirnya dia berhasil diamankan. "Tersangka kami amankan saat bersembunyi di kandang ayam milik warga," lanjut Masdawati. 

Dari penangkapan Yusuf, polisi mengamankan barang bukti berupa satu poket sabu seberat 0,40 gram. Sabu itu ada di genggaman tangan kirinya. Yusuf mengaku sudah lebih dari tiga kali mengonsumsi sabu.

Ia biasa membeli sabu dari seorang pengedar berinisial AB (DPO) di kawasan Kunti atau Jalan Bonowati. Ia membeli paket hemat dengan harga Rp 250 ribu per poket. Sedangkan proses transaksi dilakukan secara ranjau. "Saat ini kami masih melakukan upaya penyelidikan untuk menangkap pengedar tersebut," pungkas Masdawati.

Sementara itu kepada polisi, Yusuf mengaku hampir dua minggu sekali mengonsumsi sabu. Sebab dengan mengisap sabu, dia merasa mampu membuat bumbu masak yang pas untuk warung nasinya.

Resep mengonsumsi narkoba sebelum bekerja itu ia peroleh dari membaca surat kabar.  "Katanya (mengisap sabu) bisa bikin fresh dan tak mudah capek. Biasanya saya isap sabu sebelum membuat bumbu masak," terangnya. (yua/jay)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia