Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Gubernur Khofifah Sidak BPBD

1.490 Desa di Jatim Rawan Gempa

06 Maret 2019, 13: 54: 18 WIB | editor : Wijayanto

SIDAK: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa disambut Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono di kantor BPBD Jatim, Jalan Letjen S. Parman, Waru.

SIDAK: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa disambut Kepala BPBD Jatim Suban Wahyudiono di kantor BPBD Jatim, Jalan Letjen S. Parman, Waru. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu daerah yang masuk kategori zona merah untuk bencana gempa bumi. Setidaknya ada sekitar 1.490 desa dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang rawan bencana alam gempa bumi.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur Suban Wahyudiono saat menerima kunjungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Suban mengatakan, Jawa Timur kini memiliki 12 ancaman bencana alam dan satu nonalam.

“Jatim ini punya banyak lempeng tektonik, gunung api yang aktif, dan punya panjang pantai hampir 3.000 kilometer lebih sehingga rawan bencana,” katanya.

Dalam catatan BPBD Jatim, setidaknya ada 29 kabupaten/kota yang rawan tsunami. Di antaranya, Banyuwangi, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung.

“Di Banyuwangi ada 46 desa rawan sunami, Pacitan 24 desa. Masalahnya, teman-teman di daerah itu tanggap bencana, tapi kadang lupa lapor ke BPBD,” terangnya

Karena itu, BPBD Jatim tidak bisa melakukan aksi tanggap bencana secara cepat. Bahkan, menurut Suban, BPBD kabupaten/kota baru melapor setelah enam jam terjadi bencana alam.

“Makanya, kita ingin tempatkan lapis kedua untuk korwil agar di daerah bisa langsung dapatkan bantuan,” ungkapnya.

Saat ini BPBD Jatim memiliki 165 relawan yang siap untuk ditempatkan di daerah. BPBD Jatim berencana membuat tenda pendidikan. Nantinya tenda itu dapat dikunjungi siswa sekolah dasar (SD), bahkan siswa taman kanak-kanak (TK) untuk belajar tanggap bencana.

“Kami juga mau survei masjid kokoh bencana, karena biasanya ada beberapa masjid yang jadi titik kumpul warga saat dievakuasi,” pungkasnya. (far/rek)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia