Senin, 22 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Sambut Nyepi, Hari Ini Pawai Ogoh-Ogoh Digelar

06 Maret 2019, 06: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

SIAP DIARAK: Sebanyak 12 ogoh-ogoh dipersiapkan umat hindu untuk diarak sebelum peringatan Hari Raya Nyepi, di Pura Segara Kenjeran, Surabaya, Selasa

SIAP DIARAK: Sebanyak 12 ogoh-ogoh dipersiapkan umat hindu untuk diarak sebelum peringatan Hari Raya Nyepi, di Pura Segara Kenjeran, Surabaya, Selasa (5/3). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

URABAYA - Satu hari sebelum Nyepi, umat Hindu di Surabaya akan menggelar pawai ogoh-ogoh. Tepatnya hari ini, Rabu (6/3), di Pura Segara Kenjeran akan dilaksanakan pawai ogoh-ogoh. Bermacam-macam bentuk ogoh-ogoh akan ditampilkan. Rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan sebelum Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1941 pada, Kamis (7/3).

"Pada pawai ogoh-ogoh yang akan dilaksanakan hari ini ada sekitar 12 ogoh-ogoh yang akan ditampilkan. Saat ini dilakukan finishing pengecekan ogoh-ogoh, strerilisasi rute serta pemberian titik rute yang akan dilewati pada pawai ogoh-ogoh," kata Igung Putu Suwartika selaku panitia pawai ogoh-ogoh di Surabaya.

Igung Putu menjelaskan, untuk rute arak-arakan pawai ogoh-ogoh tahun ini akan sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun ini pawai akan berlangsung di sekitaran wilayah Kenjeran yang menempuh jarak kurang lebih sekitar tiga kilometer.

"Start dimulai dari Pura Segara Kenjeran menuju Jalan Memet lalu menuju Jalan Gading Pantai dilanjutkan ke arah Jalan Kenjeran, lalu masuk Jalan Wiratno menuju Jalan Inyoman Toya dan berakhir di Pura Segara," imbuhnya.

Makna dari pawai ogoh-ogoh adalah sebuah refleksi pada diri sebagai umat manusia dimana ego, nafsu, angkara murka, dengki, iri hati itu ada dalam diri. “Nah bagaimama agar kita sadar terhadap ego dan nafsu kita ini kita tekan bahwa ego itu wajahnya seperti ogoh-ogoh yang tampak menyeramkan," ujarnya.

Dalam pawai ogoh-ogoh kali ini, seluruh panitia akan memakai dress code pakaian serba hitam, yang bertujuan untuk keseragaman busana serta dalam rangka damai pemilu yang akan berlangsung bulan Juli mendatang.

"Di tahun ini kita sukseskan tahun pemilu 2019 dengan ogoh-ogoh. kita akan bersikap netral dan kita berfokus pada seni budaya dan religi," pungkasnya. (aji/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia