Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

Gandeng Kepolisan Amankan Gudang Logistik Pemilu

05 Maret 2019, 15: 45: 45 WIB | editor : Wijayanto

PENGAMANAN LOGISTIK: Polisi dikerahkan untuk ikut mengamankan kotak suara di KPU.

PENGAMANAN LOGISTIK: Polisi dikerahkan untuk ikut mengamankan kotak suara di KPU. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Pemilihan umum (pemilu) kurang 42 hari lagi. KPU Sidoarjo sudah menerima kiriman logistik dari pusat. Salah satunya surat suara untuk DPRD Kabupaten Sidoarjo.

Ketua KPU Sidoarjo Mokhammad Zainal Abidin mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan logistik pemilu di Kabupaten Sidoarjo dalam kondisi aman dan tersegel. "Pengamanan dilakukan selama 24 jam," kata Zainal.

Ada beberapa gudang yang dipakai KPU Sidoarjo untuk menyimpan logistik pemilu. Selain di kantor KPU Sidoarjo, Jalan Raya Cemengkalang, penyimpanan juga dilakukan di kompleks pergudangan di Desa Prasung, Kecamatan Buduran.

Kanit Sabhara Polsek Buduran AKP Baduwi bersama timnya sudah melakukan cek tempat penyimpanan logistik Pemilu 2019 di Desa Prasung, Buduran. Gudang itu untuk menyimpan logistik pemilu untuk DPD RI dan DPRD Jawa Timur.

AKP Baduwi mengatakan, pihaknya bertanggung jawab atas keamanan logistik pemilu. Anggota Polsek Buduran dikerahkan untuk menjaga gudang tersebut. "Insya Allah, situasinya aman dan kondusif hingga menjelang pelaksanaan Pemilu 2019," katanya.

Ketua KPU Kabupaten Sidoarjo Zainal Abidin mengatakan, pengiriman surat suara kali ini jauh lebih banyak ketimbang pemilu-pemilu sebelumnya. Sebab, pada 17 April mendatang setiap pemilih melakukan pencoblosan lima surat suara.

“Surat suara yang datang kita simpang di tiga gudang,” katanya. KPU Sidoarjo telah menyiapkan 200-250 pekerja di setiap gudang. Pekerja tersebut akan menyortir dan memilah kebutuhan surat suara setiap daerah pemilihan (dapil). “Karena rawan tertukar untuk dapil,” ujarnya.

Surat suara yang datang sesuai dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.397.570 ditambah dua persen dikalikan lima. Karena itu, butuh ruang dan pekerja yang banyak dibandingkan penyortiran pada Pemilu 2014. “Kita butuh kecermatan untuk melakukan penyortiran,” katanya. (vga/rek)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia